Sabtu, 18 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Program Beasiswa Tidak Transparan

Editor: samian
Jum'at, 11 Desember 2015

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mempertanyakan program beasiswa yang diberikan bagi remaja berprestasi untuk mendapatkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi yakni bangku perkuliahan. Hal itu, adanya indikasi dalam program tersebut tidak transparan.

"Transparansinya dimana? harusnya Pemkab membuka datanya di website resmi," kata Mulyanto (21), pemuda asal Kelurahan Ledok Kulon ini.

Bahkan, kata dia, ada salah satu mahasiswa dari keluarga mampu di Desa Banjarjo, Kecamatan Bojonegoro, yang mendapatkan beasiswa meskipun anak orang kaya.

"Saya dan kawan-kawan merasa heran, kok bisa anak orang kaya dapat beasiswa," tandas mahasiswa di salah satu universitas Bojonegoro ini.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra, Lasujono, melalui stafnya, Muh. Fadloli, mengatakan, ada ribuan anak di Bojonegoro yang mendaftarkan diri agar mendapat beasiswa di jenjang perkuliahan.

"Tapi harus diverifikasi dulu apakah pantas mendapatkan atau tidak," ujarnya.

Untuk mendapatkan beasiswa di jalur umum, tim dari Bagian Kesra harus melakukan survei lingkungan. Meskipun mengantongi surat keterangan miskin dari desa, bisa jadi yang mengajukan masih tergolong mampu.

"Tapi, bisa saja yang mengajukan itu rumahnya bagus, tapi orang tuanya banyak hutang. Itu pasti kita berikan," lanjutnya.

Disinggung transparansi program beasiswa ini, Fadloli menyatakan, belum bisa membuka data melalui website karena memang belum ada. Tapi, bisa langsung datang ke kantor jika ingin melihatnya.

Untuk program beasiswa di Bojonegoro terdapat dua jenis diantaranya bidik misi dan jalur umum. Beasiswa ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2010 silam.

"Tahun ini, anggarannya belum terserap seratus persen," ujarnya.

Dia menyatakan, anggaran yang dipasang pada APBD 2015 untuk kedua program tersebut adalah sebesar Rp742 Juta. Namun, ada tambahan di PAK sebesar Rp1.024 miliar.

"Masih ada Rp152 juta yang belum terealisasikan," imbuhnya.

Bagi mahasiswa yang berminat, bisa mengajukan persyaratan, KTP, KK, dan Indeks Prestasi minimal 3,00. Khusus bidik misi, merupakan kebijakan Bupati Suyoto untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berdasarkan MoU atau perjanjian.

"Untuk yang jalur umum, masing-masing mahasiswa dapat Rp2 juta, sementara bisik misi Rp12 juta," tukasnya.

Dari data yang didapat, sebanyak 446 anak mendapatkan beasiswa jalur umum, dan 11 anak mendapatkan beasiswa bidik misi. (Rien)

Dibaca : 730x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan