Senin, 25 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Proyek Gas Jambaran Tiung Biru Libatkan Ratusan Sopir

Editor: nugroho
Rabu, 30 Mei 2018
d suko nugroho
BERI PENGARAHAN : Site Manager Rekind, Zainal Arifin memberikan pemahaman keselamatan kerja pada ratusan sopir dump truck.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Sebanyak seratusan sopir dump truck dan supplier pengangkut limestone (batu kapur) proyek pengembangan gas Jambaran - Tiung Biru (JTB) mendapat pengarahan dari konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) - Japan Gas Corporatin (JGC) - Japan Gas Corporation Indonesia (JGCI) di ruang kantor perwakilan di Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (30/5/2018).

Konsorsium Rekind - JGC - JGCI ini merupakan pelaksana proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement an Constructions - Gas Processing Facility/EPC-GPF) JTB, kontraktor Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).

Site Manager Rekind, Zainal Arifin menjelaskan, pengarahan ini untuk memberikan pemahaman tentang induksi keselamatan dalam pengangkutan limestone yang akan dimulai, Kamis (31/5/2018) besok.

"Kita ingin menyamakan persepsi dan visi untuk bersama-sama mensukseskan proyek negara tanpa ada kecelakan kerja," kata Zainal, panggilan akrabnya saat memberikan pengarahan.

Ada beberapa aturan yang harus ditaati para sopir dalam pengangkutan batu kapur ini. Diantaranya kecepatan kendaraan ketika memasuki Jalan Clangap - Gayam hingga ke lokasi proyek di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, maksimal 20 Km/jam.

"Jalan di situ sempit. Banyak pemukiman penduduk dan padat kegitan. Kita harus menghargai jangan sampai menganggu aktifitas warga," pesan pria yang tinggal di wilayah Tuban itu.

Kedua agar menjaga keselamatan lingkungan agar tidak sampai terjadi kecelakaan lalu lintas, dan ketertiban berlalu lintas. 

"Pakaian dan kendaraan juga harus safety untuk menghindari dan mengurangi resiko," tegasnya.

Zainal mengaku telah bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Bojonegoro, Polres Bojonegoro dan jajaran polsek untuk melakukan kontrol untuk meminimalisir pelanggaran yang terjadi selama pengangkutan limestone.

"Kita sudah koordinasi dengan mereka. Jika nanti ada yang melanggar akan ditindak tegas," ingatnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan Kapolsek Kalitidu, Gayam, Ngasem dan Dishub Bojonegoro untuk memberikan pemahaman aturan berlalu lintas. Dalam pengarahan itu juga ditampilkan video maupun gambar-gambar sejumlah pelanggaran yang dilakukan sejumlah sopir truk saat mengangkut tanah urug.
"Kegiatan seperti ini sangat bagus. Kita jadi tahu kesalahan-kesalahan, dan bisa memperbaiki untuk lebih baik lagi kedepan," kata Galuh, salah satu sopir dump truck.(rien)

Dibaca : 731x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan