Rabu, 24 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

PSHT dan Winongo Sayangkan Pernyataan Menteri ESDM Tentang Guru Silat

Editor: samian
Sabtu, 21 Juli 2018
Ririn Wedia
PERAGAKAN JURUS : Seorang pencak silat sedang memragakan jurus silat peninggalan leluhurnya.

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Pimpinan Perguruan Pencak Silat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, baik Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) maupun Persaudaraan Setia Hati Winongo, menyayangkan statemen Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di artikel pemberitaan yang ditayangkan di website resmi Kementerian ESDM.

Meski sempat ada revisi baik judul maupun isi, namun berita awal terkait pernyataan Jonan tentang guru silat. Dalam pemberitaan pertama yang berjudul "Pemimpin Itu Jangan Seperti Guru Silat" langsung menjadi viral dan menyakiti banyak pihak.

Ketua Cabang Persaudaran Setia Hati Winongo, Kabupaten Bojonegoro, Sasmito, menyatakan, seharusnya Menteri ESDM tidak melakukan pernyataan yang seperti mendeskreditkan budaya bangsa pencak silat yang didalamnya penuh dengan ajaran dan filosofi, namun pernyataan Menteri ESDM justru seolah-olah Guru Silat pelit ilmu dan tidak mengajarkan semua Ilmunya kepada Muridnya.

"Justru seorang Guru Silat sangat berharap para muridnya bisa melebihi gurunya dan bisa berprestasi lebih dari gurunya," kata Sasmito, Sabtu (21/7/19) melalui pers rilisnya.

Seharusnya Menteri Jonan belajar terkait isi dan filosofi tentang ajaran-ajaran silat yang bernilai luhur sebagai budaya bangsa yang juga para pejuangnya banyak belajar silat untuk mengusir penjajah.

"Saya sangat menyayangkan pernyataan Menteri Jonan apalagi menjelang Asean Games yang didalamnya juga ada pertandingan pencak silat. Harusnya Pak Menteri memberikan suport bagi pencak Silat Indonesia bukan malah menganggap guru pencak silat tidak terbuka ilmunya pada muridnya," tambah Pria yang juga Sekretaris IPSI Bojonegoro ini.

Sementara itu Ketua PSHT Cabang Bojonegoro, Wahyu Subakdiono, juga menyatakan, pernyataan Menteri ESDM adalah bentuk pelecehan terhadap Perguruan Pencak Silat.

Menurutnya, tidak ada Perguruan Pencak Silat Indonesia yang mengajarkan, mestinya 10 tapi yang diberikan 9.

"Berarti Jonan si Menteri ESDM itu tidak memahami filosofi Pencak Silat sebagai warisan luhur budaya Bangsa," kata Pria yang juga Ketua IPSI Bojonegoro.

Dengan melecehkan Pencak Silat sama juga melecehkan karakter Bangsa Indonesia itu sendiri. Karena Pencak Silat justru dahulu sebagai alat perjuangan bangsa. Sehingga mewarisi jiwa-jiwa patriotisme, semangat pantang menyerah serta kejujuran.

"Paling Dia mengenal Pencak Silat hanya dari bacaan komik silat, atau mungkin dari konon katanya. Beliau itu tokoh Bangsa, Menteri kok ngomongnya jauh dari Pemahaman Budaya Bangsanya," pungkasnya.

Sebelum isi berita web resmi dengan Link : https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/menteri-jonan-pemimpin-itu-jangan-seperti-guru-silatdiganti para pesilat banyak yang melakukan screen shoot sebagai bukti pernyataan Menteri ESDM tersebut.

Pihaknya berharap, Jonan harus meminta maaf kepada para pesilat dan guru silat serta seluruh Bangsa Indonesia terkait pernyataannya tersebut.(rien)  

Dibaca : 7381x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan