Minggu, 24 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pembangunan Pabrik Pengolah Gas

PT BBS Tegaskan Akan Transparan

Editor: admin
Kamis, 20 Desember 2012
dwi
Deddy Afidick, Direktur Utama PT. BBS

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro – Besarnya hasrat warga Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur untuk terlibat dalam proyek pembangunan pabrik pengolah gas dari lapangan Sukowati, Blok Tuban disikapi serius oleh PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Perusahaan milik BUMD Bojonegoro ini berjanji akan transparan kepada masyarakat, agar warga bisa terlibat dalam proyek tersebut.

“Kami akan transparan dalam melakukan segala aktifitas termasuk perekrutan tenaga kerja, dan keterlibatan pengusaha lokal dalam proyek tersebut,” tegas Direktur Utama PT BBS, Deddy Affidick, Kamis (20/12/2012).

Dia akui, sekalipun sebanyak 5.000 warga yang berharap ikut serta dalam pengolahan gas flare nantinya agak sulit, namun pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakertransos) Pemkab Bojonegoro untuk mengkondisikan hal tersebut.

"Kalau untuk tender kami pasang melalui iklan di surat kabar lokal, masa harus dipasang di tiap-tiap pohon?" katanya.

Dari tender pertama yang dilakukan PT BBS adalah pengerjaan pengurukan tanah yang dimenangkan oleh PT Bojonegoro Putera. Kontraktor ini sudah menggandeng kontraktor lokal di sekitar Desa Campurejo.

"Untuk jumlah tenaga kerja saat masa produksi kira-kira sekitar 50 orang," katanya.

Dari jumlah tersebut, ada proses identifikasi terlebih dahulu sebelum mulai bekerja. Bahkan,tenaga administrasi dan operator masih harus dipilah-pilah apakah nantinya yang diambil dari lulusan SMA, D3, atau harus melalui pelatihan terlebih dahulu.

"Kalau pelatihan, kita fikirkan nanti apakah dikirim ke Pusdiklat Migas di Cepu, Jawa Tengah sana," imbuhnya.

Dirinya berharap, setelah masa konstruksi mudah-mudahan jumlah tenaga kerja bisa lebih dari 50 orang. Tentunya akan merekomendasikan kepada rekanan yang menjadi pembeli gas untuk mengikut sertakan tenaga lokal di Campurejo ini.

"Kalau untuk menghindari konflik, kita lakukan dengan transparan. Apapun yang diumumkan akan dilakukan sosialisasi lagi dengan porsi yang lebih kecil di lingkup desa," tandasnya.

Terpisah, tokoh masyarakat Dukuh Plosolanang,Desa Campurejo, Mbah Damin, mengatakan, jika tender yang dilakukan oleh PT BBS selama ini tertutup. Pihaknya meminta untuk memaksimalkan keberadaan tokoh masyarakat setempat yang berkompeten.

"Kalau mengajak musyawarah jangan hanya sama Lurah-nya saja. Baik tender ataupun peluang pekerjaan," tegasnya.

Dia mewakili warga Dukuh Plosolanang meminta ketegasan PT BBS, agar dalam hubungan kemitraan bersifat bisnis tetap mengajak lokal. Agar nantinya desa bisa mendiri dan memanfaatkan peluang usaha yang ada.  (rien)

 

Dibaca : 1242x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Kamis, 20 Desember 2012 16:08
nggacor.... nyocot wae.... kulhu wae lek...
cahjonegoro
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan