Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

PT Gazuma Belum Sosialisasikan Tanggap Darurat

Editor: nugroho
Jum'at, 11 Mei 2012

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia Nafitasari

Warga Dusun Badekan, Desa Sukosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, mengaku bila pengolahan gas suar bakar oleh PT Gasuma yang sudah berlangsung selama dua tahun di desa setempat tidak disertai sosialisasi tanggap darurat. Hal ini terkuak setelah enam warga menjadi korban yang di duga dari kebocoran pengolahan gas, Selasa (8/5) dinihari lalu.

“Seharusnya sebelum beroperasi dilakukan sosiali tanggap darurat kepada warga sekitar,” kata Syamsuri warga setempat.

Dia menceritakan, warga setempat sempat mendengar bunyi sirene dari arah perusahaan sebelum bau busuk menyeruak dan akhirnya membuat sejumlah warga mual dan muntah-muntah.

“Tapi warga tidak dapat berbuat apa-apa karena sebelumnya tidak diberikan sosialisasi tanggap darurat,” ungkapnya.

Untuk diketahui, total warga yang mendapat perawatan akibat dugaan gas beracun berjumlah tujuh orang. Enam orang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina. Diduga warga yang merasakan bau busuk cukup banyak, namun tidak semua mendapat perawatan intensif.
Akibat insiden ini, masyarakat Dusun Badegan, melakukan unjukrasa dengan mendatangi kantor PT Gasuma yang berada di jalan Lingkar Pertamina, perbatasan Desa Rahayu dan Dusun Badekan. Dalam aksinya, warga  meminta sistem perlindungan perusahaan pengolahan minyak dan gas di wilayah Soko diperbaiki karena pembuangan gas hidrokarbon yang dilewatkan melalui flare berpotensi menjadi bahan bakar beracun.

Selain itu, warga juga meminta kompensasi sebesar Rp. 100.000 per kepala keluarga (KK) per bulan, pelibatan tenaga kerja lokal, biaya perawatan dan pengobatan selama masa penyembuhan baik di rumah sakit maupun di rumah. Tuntutan harus segera direalisasi perusahaan.

Ketua RT. 05/RW. 06, Dusun Badekan, Pardianto mengungkapkan, jika bau gas flare tersebut sangat mengganggu warga sekitar sejak lama. "Warga kami sampai muntah dan mual," terangnya.
Sementara itu, Perwakilan Direksi PT. Gasuma, Pudjianto menyatakan, bahwa pihaknya hanya sanggup memenuhi beberapa tuntutan saja.

“Kami masih akan membicarakan hal tersebut, Salah satunya adalah mengenai biaya kompensasi terhadap korban yang terkena bau gas flare, yakni pengobatan dan perawatan di RS “ pungkasnya.

Dibaca : 1254x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Selasa, 12 Juni 2012 08:48
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> >>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Selamat & Sukses >>>>>>>>>>>>>>>>>>>> >>>>>> www.netwayindonesia.com - agung@netwayindonesia.com >>>>>>> >>>>>> www.rendezscaffolding.com - agung@rendezscaffolding.com >>>>>> >>>>>>>>> www.snagerladder.com - agung@snagerladder.com >>>>>>>>> >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Agung Netway Indonesia
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan