Jum'at, 19 Januari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

PT SG Kedepankan Konten Lokal Banyuwangi

Editor: nugroho
Jum'at, 22 Desember 2017
12
Teguh Budi Utomo
PACKING : Pekerja sedang melakukan pengemasan semen di lokasi Packing Plan PT Semen Gresik di Banyuuwangi.
SuaraBanyuurip.com
Lokasi packing plant PT SG di Banyuuwangi

SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Banyuwangi - Bencana industri semburan lumpur Lapindo Brantas di Sidoarjo tahun 2006, menggiring kebijakan PT Semen Gresik (Persero) (PT SG) membangun fasilitas distribusi Packing Plant di Banyuwangi.

Sebagaimana konsep kebersamaan yang dikembangkan oleh BUMN tersebut, piranti yang berdiri di atas lahan 3.300 meter persegi tersebut dioperasikan oleh 50 karyawan dari warga sekitar.

"Awalnya memang adanya kejadian lumpur Lapindo, akhirnya perusahaan membangun Packing Plant di Banyuwangi ini," kata Manager Operasional Packing Plant PT SG di Banyuwangi, Suwanto, dalam Gathering Media jurnalis Tuban di Banyuwangi, Jumat (22/12/2017).

Semburan lumpur dari pengeboran Migas yang gagal tersebut, menurut pria berkacamata minus itu, menyebabkan terganggunya distribusi semen kepada warga di wilayah timur provinsi Jawa Timur. Akhirnya diambil kebijakan membangun fasilitas perusahaan berkapasitas 300.000 ton per tahun di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi pada tahun 2011.

Dengan kapasitas packing machine sebanyak 2.400 bag per jam, diproyeksi bisa melayani distribusi semen di Banyuwangi dan sekitarnya, dan pulau Bali. Sedangkan kapasitas kapal yang sandar di  pelabuhan di packing plant ini 10.000 ton. 

"Hampir 90 persen semen dari sini dikirim ke Bali dan wilayah Indonesia timur," tutur lelaki asal Blitar itu.
Sisanya 10 persen untuk Banyuwangi dan sejumlah daerah sekitarnya, distribusi darat melalui angkutan truk besar.

Konten Lokal

Suwanto yang kala itu didampingi Kepala Biro Humas dan Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT SG, Kuswandi, mengatakan, perusahaan tak sekadar membangun fasilitas produksi. Lebih dari itu membangun sosial kemasyarakatan sekitar tempat operasi.

"Seluruh tenaga operasional di Packing Plant Banyuwangi ini dari desa terdekat, karena kita ingin hidup berdampingan dan maju bersama warga," tegasnya.

Kebersamaan itu pula yang menjadikan fasilitas industri semen nasional berdekatan dengan permukiman warga itu aman. Tak ada problem sejak awal produksi hingga saat ini.

"Semua karyawan memang dari desa sini, kami seperti keluarga," kata Yurike Riestie, perempuan karyawan asal Desa Ketapang, Kalipuro.

Bagi karyawati bagian administrasi yang sejak 2014 lalu bergabung di Packing Plant PT SG itu, nilai kekeluargaan lebih mengedepan di lingkungan kerjanya.
Tak jarang pula setiap ada kegiatan sosial di lingkungan desa sekitar, karyawan juga terlibat aktif.

"Konsep hidup bersama masyarakat ini menjadi bagian dari kinerja kami, makanya kami tak pernah ada masalah dengan warga sekitar," pungkas Suwanto. (tbu)  

Dibaca : 893x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan