Puskesmas Cepu Diduga Gunakan Obat Kedaluwarsa

Selasa, 20 Agustus 2019, Dibaca : 1992 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
Obat yang diterima Lutvi dari Apotek Puskesmas Cepu sudah kedaluwarsa masa berlakunya habis Juni 2019.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga telah memberikan obat kedaluwarsa kepada pasien. Obat yang diberikan masa berlakunya telah habis pada Juni 2019. 

Peristiwa tersebut dialami salah satu pasien Kartu Indonesia Sehat (KIS) atas nama Mochamad Lutvi (30). Saat itu, warga Jalan Cepu-Randublatung RT 1 RW 3 Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, periksa di Puskesmas Cepu, Selasa (13/8/2019), dan diberi obat generik oleh apoteker.

Baca Lainnya :

    Lutvi, sapaan akrabnya, mengeluhkan sakit perut. Ia diperiksa oleh dokter Riska, petugas Puskesmas Cepu. Kemudian mendapat resep untuk memperoleh obat di loket. 

    Obat yang diresepkan dokter berupa Ciproflocaxin 500 mg Bernofarm dan Spashi 10 mg. Sedangkan Decolaxnya tidak tersedia dan disarankan membeli di tempat lain. 

    Baca Lainnya :

      "Setelah sampai di rumah obatnya saya minum satu  butir. Ternyata setelah saya minum, baru tahu kalau obat Ciprofloxacinnya sudah kadaluarsa pada Juni 2019," kata Lutvi, Senin (19/8/2019).

      Menurut dia, kemasan obatnya sudah kusam dan rusak. Serta ada gelembung udaranya. 

      "Bungkusnya sudah gripis," ucapnya. 

      Kepala UPT Puskesmas Cepu Dokter Puji Basuki saat dikonfirmasi melalui pesan WA pukul 11.20 WIB, tidak memberikan jawaban. Ia baru membalas sekira pukul 12.39 WIB.

      "Maaf hp di rumah. Habis dipakai kegiatan anak. Kalau mau konfirmasi silakan datang ke puskesmas," katanya. 

      Sementara itu, Aanggota Komisi D DPRD Blora, Achlif Nugroho dikonfirmasi terkait masalah tersebut berjanji akan segera melakukan klarifikasi kepada pihak terkait. Mulai dari pengadaan obat, sirkulasi obat yang berhubungan dengan gudang farmasi.

      "Karena kita ada kemitraan dengan Puskesmas akan kita klarifikasi," pungkasnya.(ams)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more