Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

PWI Bojonegoro Kecam Oknum Wartawan Pemeras

Editor: nugroho
Rabu, 22 Maret 2017

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengecam tindakan pemerasan yang dilakukan dua oknum wartawan terhadap Kepala Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru. Perbuatan tersebut telah mencoreng profesi wartawan dan melanggar Undang-undang No 40 tentang Pers.

Kedua oknum wartawan itu adalah RS (43), warga Desa Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya, dan BP (41) warga Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik. Mereka ditangkap saat melakukan pemerasan di rumah Narto, Kepala Desa Pejok, Senin (20/3/2017).

Saat ini keduanya telah ditahan di sel Mapolres Bojonegoro untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dari tangan ke dua pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni sebuah amplop bertuliskan Bapak Narto, Kepala Desa Pejok berstempel Pemerintah Desa Pejok yang berisi uang tunai Rp.6.000.000.

Kemudian satu lembar kwitansi yang ditandatangani Narto senilai Rp5 juta rupiah, tiga buah ID Card Pers dari Laras Post dan Media TKP, satu buah handphone (HP) merk Axio warna hitam gold,  satu buah HP merk Cross warna biru.

Selain itu Polisi juga mengamankan  satu bendel koran mingguan Laras Post tanggal 06 Maret sampai dengan 19 Maret 2017,  satu buah tas warna coklat,  satu lembar surat tugas No:0187/RED/BERITA TKP/III/2017,tanggal 07 Maret 2017 yang dikeluarkan media berita TKP,  dua bendel koran mingguan berita TKP tanggal 02 s/d 16 Maret 2017,  tiga buah HP merk ever cross warna putih, merah dan hitam,  satu buah tas warna hitam, dan satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi (Nopol) W4045TH beserta bukti pajak.

Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro menegaskan, perbuatan yang dilakukan kedua oknum wartawan tersebut  tidak hanya melanggar Kode Etik dan UU Pers, tapi juga pelanggaran UU Pidana Umum.

"Perbuatan yang dilakukan mereka jelas pemerasan dengan meminta sejumlah uang dan mengancam kepada nara sumber," kata Sasmito, Rabu (22/3/17).

Saamito meminta kepada masyarakat untuk lebih cerdas dengan memahami tugas dan fungsi wartawan. Karena seorang wartawan dalam melakukan liputan dilarang meminta atau menerima imbalan apapun dari nara sumber.

"Jika ada wartawan yang datang kepada nara sumber dan mengancaman akan memuat sebuah berita jika tidak di kasih uang, itu patut di pertanyakan.  Karena itu jangan segan- segan melaporkannya kepada Polisi,"  tegas pria yang juga Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bojonegoro ini.

Terhadap perbuatan dua oknum wartawan  tersebut Sasmito meminta kepada aparat hukum untuk menindak tegas.Karena perbuatan mereka telah merugikan masyarakat dan mencoreng nama wartawan di Bojonegoro.

Sasmito mengungkapkan, dirinya sering mendapatkan laporan dan informasi terkait ulah oknum wartawan yang mendatangi nara sumber terutama kepala desa dan meminta sejumlah uang. Karena itu dia meminta kepada masyarakat untuk lebih cerdas membedakan mana wartawan abal-abal yang hanya bermodalkan Pers Card dan wartawan yang benar-benar melakukan tugas peliputan.

"Jika ada ancaman dari wartawan dan meminta sejumlah uang dengan alasan apapun silahkan di laporkan ke Polisi," Tambahnya.(rien)

Dibaca : 381x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>