Kamis, 21 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

PWYP Soroti RAPBN 2016

Editor: nugroho
Senin, 07 September 2015

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bogor – Pemerintah dinilai terlalu optimis menergetkan lifting migas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Di mana target lifting minyak bumi dipatok sebesar 800–830 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 1.100–1.300 barel per hari. Jumlah ini setara minyak dan ICP sebesar US$ 60–70 per barel.

Peneliti Ekonomi Lembaga Publish What You Pay  (PWYP), Wiko Saputra, mengatakan, menengok capaian APBN-P pada semester I tahun 2015 ini saja, ekonomi baru tumbuh 4,7 persen dari target 5,6 persen.

"Sementara realisasi penerimaan baru mencapai 41 persen dari target," ujarnya melalui email yang diterima suarabanyuurip.com, Senin (7/9/2015).

Dengan kondisi ini pemerintah perlu mempertimbangan tantangan domestik maupun global, agar target tersebut realistis. Artinya, pemerintah harus benar-benar penuh perhatian dan perhitungan dalam menetapkan indikator makro ekonomi dalam penyusunan APBN 2016 kali ini.

"Perekonomian Indonesia membutuhkan kebijakan fiskal yang kondusif. Sehingga, dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di tengah daya beli masyarakat yang turun dan iklim investasi yang melemah,” saran Wiko.

Ada empat poin yang harus diperhatikan pemerintah terkait RAPBN 2016 ini. Di antaranya, mengambil langkah-langkah strategis untuk memitigasi dampak penurunan harga minyak internasional, depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terhadap pembangunan sektor pertambangan, minyak dan gas.

Selanjutnya, pengembangan strategi diversifikasi ekonomi yang tidak bergantung pada komoditas sektor sumber daya alam, menguatkan transparansi dan akuntabilitas tata kelola sektor migas dan pertambangan, termasuk untuk mendorong kepatuhan perusahaan dalam membayar penerimaan negara dan pajak. Kemudian segera melakukan penataan kelembagaan dan regulasi yang memberikan kepastian hukum.

"Bukan hanya bagi pelaku industri, melainkan juga hukum yang melindungi hak-hak masyarakat," tandas Wiko.(rien)

Dibaca : 693x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan