Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Proyek Konstruksi Jambaran – Tiung Biru Dimulai

Rekind Gelar Doa Bersama dan Uji Kualitas Tanah

Editor: nugroho
Selasa, 14 November 2017
ririn wedia
DOA BERSAMA : Warga sekitar dan pekerja proyek mengikuti doa bersama dalam rangka memulai kegiatan soil investigation di JTB.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Kontraktor pemenang tender proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi fasilitas pengolahan gas (Engineering, Procurement and Constructions Gas Processing Facility/EPC GPF) Jambaran – Tiung Biru (J-TB), Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) – PT Japan Gas Corporation (JGJ) melakukan doa bersama warga sekitar dan pekerja di lokasi proyek sebelum memulai kegiatan, Selasa (14/11/2017).

Doa bersama ini dilakukan pasca diserahkannya dokumen pengalihan pengelolaan Lapangan Jambaran-Tiung Biru dari ExxonMobil ke Pertamina EP Cepu (PEPC) di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (13/11/2017) kemarin.  Dengan penyerahan dokumen alih kelola ini secara otomatis kontrak pelaksanaan pekerjaan EPC GPF antara PEPC dengan konsorsium PT Rekidn –JGC segera ditandatangani. (baca juga : PJBG Jambarang - Tiung Biru Diteken)

“Hari ini kita doa bersama dalam rangka memulai kegiatan," kata perwakilan PT Rekind, Zaenal, dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui sandek, Jumat (14/11/2017). 

Selain doa bersama, PT Rekind saat ini melakukan soil investigation. Yaitu pengambilan sample tanah untuk selanjutnya dilakukan analisa dan kajian di laboratorium tanah . Dari hasil tes itu akan menjadi dasar proses engineering melakukan perencanaan mulai dari pemancangan, pondasi , struktur dan lain-lain. 

"Schedule soil investigation enam minggu dan dilanjutkan analisa laboratorium selama dua bulan untuk mendapatkan rekomendasi," pungkasnya. 

Sesuai rencana, PEPC akan melakukan pengembangan lapangan Unitisasi Gas J-TB di Kecamatan Ngasem, Tambakrejo, dan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro dengan mengebor enam sumur pada masa produksi awal. 

Gas yang akan dihasilkan nantinya diperkirakan sebesar 180 juta standar kaki kubik per hari.

Produksi gas sebesar 80 juta standar kaki kubik per hari, akan dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan tenaga listrik oleh PT PLN.

Proyek gas J-TB ini berada di atas lahan sekira 143 hektare. Rinciannya sekira 100 hektare untuk jalur pipa dan tapak sumur. Sedangkan selebihnya dipakai untuk prasarana lain.

Lapangan J-TB ditargetkan mulai produksi sebesar 227 juta kaki kubik gas bumi per hari pada kuartal pertama 2019 dan mencapai puncak produksi sebesar 315 MMSCFD pada 2021. Sedangkan, cadangan gas bumi lapangan J-TB diperkirakan mencapai 12 juta kaki kubik.(rien)

 

Dibaca : 409x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan