Rabu, 19 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Warga Temaji Demo Blokir Jalan Utama SG

Rekrutmen Naker Timbangan Urusan Vendor

Editor: samian
Senin, 12 Maret 2018
Ali Imron
MEDIASI : Perwakilan warga Temaji dan SG saat melakukan pertemuan di auditorium berjalan dua jam.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Aksi unjuk rasa warga Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang didukung Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), langsung disikapi serius oleh manajemen Semen Gresik (SG) Kerja Sama Operasional (KSO) Semen Indonesia. Perusahaan BUMN yang beroperasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek itu berdalih, kalau perekrutan Tenaga Kerja (Naker) bongkar bahan baku di timbangan bukan kewenangannya.

“Itu kewenangan vendor kami,” ujar Kasi Humas dan CSR SG, Sani Yuwono, kepada suarabanyuurip.com usai mediasi di gedung utama SG, Senin (12/3/2018).

Sani menjelaskan, paguyuban Naker di timbangan bahan baku galian C yang terletak di Desa Temaji memiliki sejarah panjang. Dimana sampai sekarang bertahan dengan 200 anggota.

Apabila massa menuding tak ada warga Temaji di paguyuban, tentu sangat keliru. Data lapangan yang dimilikinya, ada 3 sampai 4  warga Temaji yang menggantungkan hidupnya dari salah satu aktivitas pabrik semen BUMN ini.

Ditegaskan pula, semua persoalan di timbangan merupakan domainnya vendor. Baik berupa gaji karyawan, maupun keselamatannya bukan di SG. Pasca mediasi, SG akan komunikasi dengan vendor terkait persoalan hari ini.

“Kalau dari sisi pekerjaan di timbangan sebenarnya sudah tidak ada,” jelas pria humanis itu.

Dulu saat bahan baku masih dimuat menggunakan truk engkel, banyak dibutuhkan tenaga bongkar. Sekarang semuanya sudah memakai dump truck, sehingga tidak diperlukan lagi tenaga tersebut.

Sampai sekarang posisi SG ibarat buah simalakama. Mau menghentikan paguyuban tersebut juga susah, karena merupakan bagian dari proses produksi semen. Satu-satunya langkah hanya bisa mengingatkan vendor, bagaimana mekanismenya supaya tidak memicu gejolak.

“Kita akan fasilitasi mediasi selanjutnya,” janjinya.

Sementara, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) LSM GMBI, Imam Safi’i, membenarkan jika setelah pertemuan ini ada tindaklanjutnya. SG juga bersedia mempertemukan warga dengan pihak vendor pengangkut trass di timbangan.

“Untuk jumlah warga yang nantinya direkrut belum dipastikan,” pungkasnya.(Aim)

 

 

Dibaca : 1105x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan