Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Ribuan Relawan GARANSI Komitmen Perangi Narkoba di Tuban

Editor: nugroho
Jum'at, 13 April 2018
Ali Imron
Ketua Garansi Tuban, Abdul Majid Tamum.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Ribuan relawan Gerakan Berjamaah Melawan Narkoba dan Prostitusi (GARANSI) Tuban, Jawa Timur, sepakat menyatakan perang melawan narkoba, pasca diringkusnya 14 pengedar karnopen dan narkotika diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres setempat.

Cara yang dilakukan dengan berkomitmen memproteksi lingkungan keluarga sendiri dari narkoba. 

"Kami mengapresiasi terhadap capaian aparat dua bulan terakhir," ujar Ketua Garansi Tuban, Abdul Majid Tamum, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (13/4/2018).

Kendati demikian, Majid sapaan akrabnya mengingatkan semua pihak untuk tidak lengah. Sejak dini harus tertanam di benak narkoba adalah musuh bersama. Selain itu, memberikan kesempatan aparat bekerja dengan profesional.

"Kami selalu dukung," tegasnya. 

Dengan tertangkapnya belasan pengedar yang dua diantaranya berjenis kelamin perempuan, tentu masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.  Yakni masih bebasnya bandar narkoba. Karena itu diperlukan keseimbangan penindakan dan pencegahan secara terus menerus. 

"Semoga Bumi Wali ini benar-benar bersih dari barang terkutuk ini," terang pria yang juga penikmat kopi ini. 

Tingginya peredaran Narkoba di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) juga pernah diucapkan oleh Bupati Tuban, Fathul Huda pada Nopember 2017 lalu. Sedikitnya ada 27 ribu orang dari 1,3 juta warganya diduga menggunakan Narkoba. 

Penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda saat ini semakin meresahkan. Di seluruh dunia terdapat lebih dari 200 juta orang pengguna narkoba. Dari jumlah tersebut 2,2 persennya atau sekitar 4,5 juta adalah rakayat Indonesia. 

Apabila angka prevalensi nasional sebesar 2,2 persen, maka diprakirakan 27 ribu dari 1,3 juta penduduk Kabupaten Tuban diprakirakan sebagai pengguna. 

Menyikapi dugaan tersebut, Majid mendorong pemerintah harus melakukan langkah kongkret. Apalagi Tuban sudah ada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), sehingga tidak sulit untuk menekan dan mencegah peredaraannya.

"Harus segera bergegas membuktikan angka prevalensi itu," pintanya. 

Melihat maraknya peredaran narkoba di Tuban, pihaknya tidak akan tinggal diam. Sebagai bagian dari Civil Society atau masyarakat yang beradab dalam membangun sekaligus peduli terhadap keberlangsungan bangsa ini khususnya Tuban, Garansi akan terus bergerak dengan caranya sendiri. Utamanya menyentuh kesadaran masyarakat, seperti sosialisasi yang belum tersentuh oleh pemerintah. 

"Kami punya ratusan bahkan ribuan relawan yang siap perangi narkoba," tegasnya. 

Pria humanis ini juga menyebut, sebenarnya aparat kepolisian sudah punya data seperti Garansi. Secara singkatnya data itu berisi titik peredaran narkoba, yang masuk zona merah, kuning dan seterusnya. Sehingga sangat strategis untuk meningkatkan kinerja.

"Intinya GARANSI selalu siap menjadi mitra kritis pemerintah," pungkasnya. (aim)

Dibaca : 575x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>