Minggu, 21 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Roda Dua Dominasi Arus Masuk Tuban

Editor: samian
Kamis, 07 Juli 2016
Ali Imron
JALUR ALTERNATIF : Salah satu jalur alternatif yang mengurangi volume kendaraan dari arah Semarang ke pusat Kabupaten Tuban.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Memasuki H+1 pasca Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah, kendaraan roda dua lebih mendominasi arus masuk dari arah Semarang, Jawa Tengah (Jateng), menuju Kabupaten Tuban, Jawa Timu (Jatim)r. Sesuai data tim pantau Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban di pos perbatasan provinsi Jatim-Jateng, total jumlah roda dua yang melintas dalam H+1 sebanyak 3.056 kendaraan.

"Kenaikan volume kendaraan mulai terlihat di H+1 pasca lebaran," kata anggota tim pantau arus lebaran Dishub Tuban, Imam Sumardi, kepada Suarabanyuurip.com ketika ditemui di pos perbatasan, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kamis (7/7/2016).

Pantauan kepadatan arus pasca lebaran terus meningkat. Untuk jumlah roda dua maupun roda empat saat lebaran kurang dari 1.200 kendaraan. Volume kendaraan antara roda dua dengan roda empat tersebut tidak terpaut jauh. Baik arus dari arah Surabaya menuju Semarang maupun sebaliknya.

Hasil pantauan dan penghitungan kendaraan di H+1 sejak pukul 07:00 WIB hingga pukul 14:00 WIB tercatat, jumlah kendaraan roda dua dari arah Semarang sebanyak 1.584, dan roda empat berjumlah 1.485 kendaraan.

Sedangkan jumlah kendaraan roda dua dari arah Surabaya menuju Semarang sebanyak 1.472, dan roda empat sekira 1.423 kendaraan.

"Sehingga total roda dua ada 3.056 dan roda empat 2.908 kendaraan ," imbuh Imam.

Dia memprediksi peningkatan volume kendaraan terjadi pada akhir pekan ini. Sebab mulai hari Senin (11/7) Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah mulai bekerja, sedangkan untuk pegawai swasta kerjanya mulai tanggal 18 Juli 2016.

Selain itu, untuk peningkatan volume kepadatan arus Lalu Lintas (Lalin) selama dua hari ini bukan termasuk arus balik. Tetapi masih dalan momentum halal bihalal warga sekitar. Sebab kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas kecepatannya rendah.

"Kalau arus mudik atau balik pasti kecepatannya tinggi karena mengejar waktu," tambahnya.

Diketahui, jumlah kepadatan arus di pos perbatasan dengan pos pantau arus lebaran di Terminal Wisata Tuban (TWT), Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, sudah berbeda. Sebab sebagian kendaraan dari arah Semarang ada yang memilih menggunakan jalur alternatif pertigaan menuju arah Kecamatan Jatirogo.

Berbeda pula dengan data kepadatan di pos pantau pantai Boom, Jalan Panglima Sudirman Tuban. Perbedaan tersebut dipengaruhi jumlah tikungan di setiap ruas jalan. (Aim)

Dibaca : 489x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan