Sabtu, 17 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Rp137 Miliar Proyek Gas JTB Dikerjakan Kontraktor Bojonegoro

Editor: nugroho
Jum'at, 09 November 2018
Ahmad Sampurno
JUMPA PERS : Direktur Utama PEPC, Jamsaton Nababan menjelaskan perkembangan proyek Gas JTB kepada media.

SuaraBanyuurip.com

Jakarta - Sepanjang tahun 2015 hingga Oktober 2018, nilai kontrak komulatif proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran - Tiung Biru (JTB) yang dikerjakan kontraktor lokal Bojonegoro, Jawa Timur, mencapai Rp137 miliar. 

"Jumlah itu di luar kontrak EPC GPF dan Drilling," kata Direktur Utama Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (Pertamina EP Cepu), Jamsaton Nababan saat press conference Proyek pengembangan Lapangan Gas JTB di Kantorny Jakarta, Jum'at (9/11/2018). 

Baca Juga :

Pengembangan Proyek Gas J-TB Mulai Disosialisasikan

Empat Kunci Agar Proyek Gas Jambaran – Tiung Biru Sukses

Berharap Rekind Tidak Seperti PP

Inilah Persyaratan Agar Bisa Bekerja di Proyek JTB

Tidak Ada DP, PT Rekind Bakal Seleksi Kontraktor Lokal

Rekind Diminta Segera Sosialisasikan Mekanisme Pembayaran

Kontrak pekerjaan proyek Gas JTB yang dikerjakan perusahaan lokal selama ini secara langsung berpengaruh cukup besar terhadap roda perekonomian masyarakat Bojonegoro.

 "Ini akan terus bertambah dengan adanya perkembangan pelaksanaan proyek Gas JTB," tandas Jamsaton, biasa disapa.

Komitmen tinggi PEPC sebagai operator Gas Jambaran juga ditunjukkan dengan adanya upaya sinergi pemberdayaan masyarakat khususnya di empat kecamatan di Bojonegoro.  Yaitu Kecamatan Ngasem, Tambakrejo, Purwosari dan Gayam. 

Berbagai program pengembangan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan lingkungan telah dilaksanakan guna mendukung pembangunan masyarakat di Bojonegoro secara berkelanjutan.

Jamsaton berharap adanya dukungan yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat. Sehingga PEPC bisa melaksanakan proyek Gas JTB ini sesuai target.

Proyek Gas JTB ditargetkan selesai pada kuartal dua tahun 2021. Proyek strategis nasional ini bisa menghemat biaya US$ 500 juta, dari biaya awal sebesar US$ 2,056 miliar.

Saat ini, proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan (Engineering, Procurement, and Construction - Gas Processing Facility/EPC - GPF) JTB sedang berlangsung. Konstruksi tersebut dikerjakanKonsorsium Rekayasa Industri (Rekind) - Japan Gas Corporation Indonesia (JGCI) - Japan Gas Corporation (JGC). 

Baca juga :

Inilah Persyaratan Agar Bisa Bekerja di Proyek JTB

Ini Peluang Bisnis yang Bisa Dikerjakan Kontraktor Lokal

BUMD Bojonegoro Janji Utamakan Kontraktor Lokal

Undang 10 Perusahaan Lolos Verifikasi AML PT Rekind

Direktur PT Rekayasa Industri, Yanuar Budinorman, optimis dapat menyelesaikan proyek konstruksi Gas JTB sesuai target yang disepakati, karena pihak yang terlibat di dalamnya bisa bekerja satu tim. 

"Vendor, baik produsen dalam negeri, penyedia barang dan jasa nasional dan lokal juga mendukung," pungkas Yanuar di tempat yang sama. (ams)

 

 

Dibaca : 514x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan