Rabu, 24 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

RSUD Koesma Tuban Layani Pendaftaran Pasien Secara Online

Editor: nugroho
Sabtu, 05 Mei 2018
Ali Imron
TINGKATKAN LAYANAN : Aplikasi SIPALIN CERIA RSUD Tuban bisa diunduh di Play Store.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Koesma Tuban, Jawa Timur, terus berinovasi untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sekarang ini, pelayanan kesehatan plat merah itu memiliki aplikasi Sistem Pendaftaran Online Cepat Ringkas Akurat (SIPALIN CERIA).

Melalui aplikasi ini masyarakat di Bumi Wali -sebutan lain Kabupaten Tuban, tak perlu lagi mengantre untuk mendaftar rawat jalan. Pasien bisa mendaftar online dari rumahnya.

“Inovasi ini untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Direktur RSUD dr Koesma Tuban, Saiful Hadi, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (5/5/2018).

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban ini, menjelaskan aplikasi baru ini sudah bisa diunduh di Play Store. Siapapun juga bisa langsung registrasi melalui akun http://registrasi.rsudkoesma.id.

Pihak rumah sakit juga sudah kerja sama dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) melalui Sistem Administrasi Kependudukan (SIAK). Pasien cukup mendaftar dengan memasukan nomor induk kependudukan (NIK),  dan selanjutnya mendapat konfirmasi dari rumah sakit.

"Kita ganti sistem pendaftaran manual ke online dan terus disempurnakan," terangnya.

Dalam aplikasi Sipalin Ceria ini, pasien juga dapat mengakses informasi seputar jadwal dokter, jadwal poli, persyaratan pendaftaran, alur pelayanan, dan promo program di RSUD. Beragam informasi ini untuk kenyamanan masyakarat, ketika hendak berobat di rumah sakit. 

"Untuk masuk SIPALIN CERIA harus regitrasi dengan memasukkan nomor Hp dan pasword sesuai keinginan pasien," jelas Saiful. 

Selain itu, pihak RSUD juga mengembangkan Sistem Pelaporan Online Indikator (SIPOLIN). Inovasi ini merupakan aplikasi secara online dalam melakukan pelaporan indikator pelayanan. Tujuannya, mereformasi pelaporan dari yang sebelumnya berbasis kertas menjadi online.

"Sehingga dapat mempercepat proses kerja dan menghemat anggaran," ucapnya.

Sedikitnya terdapat 127 indikator pelayanan yang setiap bulan harus dilaporkan. Jika sebelumnya dilaporkan secara konvensional menggunakan kertas, kini cukup menggunakan aplikasi Sipolin. 

‘’Bisa lebih cepat. Menghemat tenaga juga menghemat anggaran Rp300 juta per tahun,’’ pungkasnya. (aim)

Dibaca : 2660x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan