Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Rumah Pengolahan Sampah Terbengkalai

Editor: nugroho
Senin, 18 Mei 2015
ahmad sampurno
MANGKRAK : Rumah sampah di Kelurahan Tambakromo belum dioperasikan sehingga mengakibatkan tumpukan sampah di wilayah Cepu.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora- Rumah pengolahan sampah bantuan Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah di Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, sampai saat ini masih terbengkalai. Sejak dibangun 2011 lalu di tempat itu tak tampak ada aktifitas.

Sebenarnya rumah pengolahan sampah itu diperuntukkan warga sekitar untuk mengolah sampah. Namun sampai saat ini tidak ada tanda-tanda fasilitas itu dioperasikan. Sehingga mengakibatkan semakin menumpuknya sampah di wilayah Cepu.

Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum Wilayah Cepu, Wirastomo Wisnu, mengatakan, sebenarnya urusan sampah di Cepu hanya masalah mindset masyarakat terhadap sampah yang belum terbangun rapi. Pasalnya, menurut dia, pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sejak dulu sudah berupaya memberikan kontribusi namun hingga saat ini masih belum berjalan.

Dia menyatakan, pihak DPU pada 2011 sudah membangun rumah pengolahan sampah di 3 kelurahan di Kecamatan Cepu, yaitu Kelurahan Tambakromo, Balun dan Ngroto. Namun dirinya menyesalkan hingga saat ini bangunan tersebut belum difungsikan.

“Sudah sejak 2011 dan hingga kini belum beroperasi,” kata Wirastomo kepada suarabanyuurip.com, Senin (18/5/2015).

Rumah Pengolahan Sampah, menurut dia tidak sama dengan tempat pembuangan akhir. Sebab, dalam rumah pengolahan sampah tidak ada pembakaran. Sampah-sampah dari masyarakat bisa diolah menjadi barang komersil yang bisa memberikan pemasukan.

Wisnu menjelaskan, dari tiga rumah pengolahan sampah di tiga kelurahan tersebut setiap unitnya menghabiskan biaya Rp200 juta. Di rumah pengolahan tersebut dilengkapi mesin dan alat-alat pengolahan sampah.

“Sekitar Rp. 600 juta yang dianggarkan DPU namun hingga kini belum ada hasil,” tutur dia.

Menurut Wisnu, seharusnya pihak kelurahan tersebut mampu memanfaatkan fasilitas yang sudah di berikan DPU. Setidaknya, ada koordinasi pada dinas PU mengenai penanganan sampah.  “Pihak PU sudah memberikan untuk Kelurahan, jadi Itu kan hak mereka, harusnya mereka bisa berkoordinasi dengan warga setempat,” tutur dia.

Dari pantauan, rumah pengolahan sampah yang ada di kelurahan Tambakromo memang benar-benar mangkrak. Terbukti tidak adanya kegiatan di tempat tersebut.

Saat dikonfirmasi, Lurah Tambakromo, Tarkun, mengatakan, di rumah pengolahan sampah itu terdapat mesin dan kendaraan angkut. Namun hingga kini dia mengaku proses pengolahan sampah belum beroperasi. “Pengurus dan petugas yang mengelolanya belum optmal. Selain itu fasilitas penerangan cahaya juga belum ada karena listriknya baru akan dipasang,” kata Takrun. (ams)

Dibaca : 496x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan