Kamis, 23 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Saatnya Bangga Dengan Potensi Bojonegoro

Editor: samian
Jum'at, 30 Oktober 2015

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Ada sebuah motivasi menarik pada kegiatan diskusi dan pertemuan rutin Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) yang diselenggarakan Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B) di Balai Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kamis (29/10/2015).

Motivasi itu disampikan Satriyo RD, pengusaha konveksi dan kaos yang sukses mengusung konsep dialektika lokal khas Bojonegoro. Dalam paparannya kepada peserta dia menyampaikan sudah saatnya masyarakat Bojonegoro bangga akan potensi lokal yang dimiliki. Termasuk dengan bahasa khasnya.

"Karena Bojonegoro kurang memiliki identitas, itu sebabnya kita harus mendorong potensi lokal," kata pemuda yang familier dipanggil Raka ini.

Raka pun mencontohkan dengan usaha yang digelutinya saat ini. Dia menceritakan, idenya memproduksi kaos yang mencantumkan bahasa khas lokal Bojonegoro terbukti laris. Misalnya, kata "Genyo" yang berarti kenapa. Kaos ini pun mendapat tempat dihati pembeli. Mulai dari kalangan muda Bojonegoro hingga masyarakat luar daerah yang sedang berkunjung ke Bojonegoro.

“Orang yang berkunjung ke Bojonegoro butuh oleh - oleh yang khas. Dan Genyo adalah salah satu bahasa khas Bojonegoro. Kaos itu termasuk yang paling laris," imbuhnya.

Selain menjual kaos, Raka juga menerima sablon dan penjualan kaos polos. Dari hasil usaha tersebut dalam sebulan dia bisa mendapat omset hingga Rp12 juta.

Pada kesempatan itu, dia juga mengkritik pemerintah yang kurang memperhatikan potensi wisata lokal. Padahal, menurut mantan wartawan ini, wisata dapat mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif.

“Seperti Dander Park ini jika terwujud, akan banyak peluang usaha yang bisa ditangkap masyarakat,” ujarnya.

Dia menegaskan potensi lokal merupakan aset jangka panjang yang dimiliki masyarakat Bojonegoro. Sehingga patut dibanggakan. Justru, menurut dia, adanya potensi migas di Bojonegoro tidak serta merta dijadikan kebanggaan.

"Migas untuk kepentingan negara. Hanya orang - orang tertentu yang dapat merasakannya. Sifatnya juga tidak jangka panjang," tuturnya.

Oleh karenanya, dengan adanya program JIM yang diinisiatori LIMA 2B dan didukung EMCL, dia berharap semua potensi lokal dapat termanfaatkan dan menggugah kesadaran masyarakat menjadi seorang pengusaha. (roz)

Dibaca : 699x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan