Sabtu, 17 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Sarankan PT BBS Koordinasikan PI Blok Tuban dengan Bupati

Editor: nugroho
Rabu, 07 November 2018
dok/sbu
LAPANGAN MIGAS SUKOWATI : Hingga saat ini pengelolaan PI 10% Blok Tuban belum ada kejelasannya.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyarakan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) berkoordinasi dengan Bupati Anna Muawanah untuk menyampaikan perkembangan rencana keikutsertaannya dalam penyertaan modal (Participating Interest/PI) 10% Blok Tuban.

Koordinasi ini diperlukan karena Bupati Anna, sapaan akrab Anna Muawanah, berhak menunjuk siapa nanti yang mengelola PI Blok Tuban. Apakah masih PT BBS atau anak perusahaannya, ataukah membuat BUMD lagi yang memang memiliki spesifikasi khusus pengelolaan PI seperti PT Asri Dharma Sejahtera (ADS). 

"Jadi biar segera ada kejelasan, dan kita tidak kehilangan kesempatan dalam menerima pendapatan PI Blok Tuban," kata Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (7/11/2018).

Sesuai hasil rapat terakhir di Pemprov Jatim tahun 2017 lalu, lanjut dia, ada tiga daerah yang mendapatkan jatah PI Blok Tuban. Diantaranya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Pemerintah Provinsi Jatim. 

"Menurut saya, segeralah tiga wilayah ini berembug dan membahas berapa persentase yang didapatkan masing-masing," saran politisi Partai Amanat Nasional itu. 

Dengan begitu Gubernur Jatim bisa membuat surat keputusan agar dijadikan acuan masing-masing daerah membentuk BUMD baru, atau anak perusahaan BUMD yang sudah ada. 

"Supaya tidak saling menunggu antara pemerintah pusat dengan daerah," jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Bagian Humas SKK Migas Perwakilan Jabanusa (Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara), Doni Ariyanto, menyatakan, pihaknya masih menunggu BUMD yang ditunjuk gubernur. 

"Setelah itu, SKK Migas baru akan meneruskan ke Pertamina Hulu Energi," imbuh Doni. 

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, belum memberikan tanggapannya.

Untuk diketahui, pemberian PI ini setelah Pertamina mengambil pengelolaan Blok Tuban dari tangan Joint Operating Body Pertamina - Petrochina (JOBP-PEJ) karena kontraknya habis pada 28 Pebruari 2018 kemarin. Blok Tuban diantaranya mencakup Lapangan Sukowati di Bojonegoro, dan Lapangan Mudi di Tuban.(rien) 

Dibaca : 338x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan