Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Peduli Korban Gempa dan Tsunami Palu

Satu Jam Galang Dana Dapat Rp6,1 Juta Lebih

Editor: nugroho
Rabu, 03 Oktober 2018
Ali Imron
PEDULI SESAMA : Aksi galang dana dan sholat gaib di MIM-3 Panyuran untuk korban gempa dan tsunami di Donggala, Palu.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Kurang lebih satu jam, aksi galang dana siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah-3 Desa Payuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendapatkan uang Rp6,1 juta lebih. Dana tersebut berasal dari sumbangan siswa, dan masyarakat sekitar termasuk di Pasar Panyuran. 

"Kami prihatin dan bersedih atas bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah," ujar perwakilan siswa, Alif Revoluna Zenobia Utama, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (3/10/2018).

Sebagai sesama muslim, bocah berperawakan mungil ini bersama 290-an siswa lainnya menggelar beberapa kegiatan sosial peduli korban bencana. Diawali sholat gaib, tausiyah, pembacaan puisi, doa bersama, galang dana anak MI, ditutup penggalangan dana di Pasar Panyuran. 

Kepala Sekolah (Kepsek) MIM-3 Panyuran, M. Muhtadin, menjelaskan kepedulian korban bencana di Palu melibatkan 290-an siswa mulai kelas 1-6. Upaya ini sebagai wujud pembelajaran pembentukan karakter anak sejak dini. Sebelumnya juga dilakukan gempa Lombok juga galang dana. 

"Penanaman karakter ini berlangsung sejak 5-6 tahun yang lalu," sambungnya. 

Secara istiqomah setiap ada kejadian nasional langsung gelar doa dan galang dana. Apalagi kalau ada intruksi dari pusat, pasti langsung bergerak. Kebetulan bencana di Palu belum ada intruksi, tapi karena sudah menjadi kebiasaan langsung lakukan galang dana. 

Kepedulian sesama semacam ini harus ditanamkan. Prinsipnya pelajar di sekolah yang bediri sejak 1957  silam, supaya tidak minta-minta. Lebih baik memberi daripada harus meminta ke orang lain. 

Sebagai umat muslim harus meyakini bahwa semua yang terjadi, musibah yang menimpa saudara di Palu dan negeri ini sudah ditakdirkan oleh Allah SWT. Bahkan sampai daun yang jatuh sudah ditetapkan. 

"Hasil galang dana ini nanti kita salurkan melalui LazisMU," jelasnya. 

Dalam tausiyah singkat di halaman sekolah yang sebelumnyaa bernama MI Islamiyah, dijelaskan kita berkumpul disini untuk mendoakan korban bencana di Palu semoga amal baiknya diterima disisiNYA, dan keluarganya diberi kesabaran. 

Tugas kita sebagai muslim adalah untuk menjaga, supaya tidak kebanjiran harus menjaga lingkungan. Supaya tidak ada tanah longsor, gempa dan lainnya lingkungan harus dijaga. 

Sama seperti di MIM-3 Panyuran ketika ada geraka buang sampah di tempatnya, itu sebagai upaya menjaga lingkungan. Jangan sampai gara-gara tangan kita, Allah murka menurunkan musibah. 

Tercatat tanggal 2 Oktober kemarin sudah ada 1.193 jiwa yang meninggal. Oleh karena itu, patut bersyukur di sini bisa hidup enak, dibandingkan di sana yang terkena musibah.  Apapun yang bisa dilakukan yang terbaik, misalnya doa, uang, dan apapun harus kita berikan ke saudara di Palu.

Tak ada musibah yang menimpa di Bumi ini, dan musibah tak akan pernah berhenti menimpa manusia kecuali sudah dicatat oleh Allah SWT sebelum menciptakan alam ini. 

Salah satu guru MIM -3, Damam Purwanto, juga bersedih atas bencana di Palu. Ada kerabatnya disana yang kehilangan rumahnya, sewaktu ditinggal sholat di Masjid setempat. 

"Ada keinginan untuk pulang dan saudara berusaha mengumpulkan uang," pungkasnya. (aim)

Dibaca : 837x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan