Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

SBY Dijadwalkan Resmikan Proyek Blok Cepu

Editor: nugroho
Kamis, 04 September 2014
dok/sbu
TUMPUAN PEMERINTAH : Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, dapat berproduksi puncak 185 Bph.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Di akhir masa jabatannya, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) dijadwalkan meresmikan proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada 11 September 2014 mendatang. Lapangan Banyuurip ini menjadi tumpuan pemerintah Indonesia karena mampu mencukupi 20 persen kebutuhan energi nasional dengan produksi puncak mencapai 165 ribu hingga 185 ribu barel per hari (Bph).

Saat ini, Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus mematangkan mempersiapkan kedatangan orang nomor satu di tanah air tersebut.

Kepala Urusan Humas Perwakilan SKK Migas, Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara (Jabamanusa), M. Fatah Yasin, mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan humas SKK Migas Jakarta untuk melakukan segala persiapan agar pelaksanaan peresmian project berjan lancar.

" Persiapannya banyak sekali, seperti koordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan kegiatanya nanti," kata Fatah ketika dihubungi suarabanyuurip.com, Kamis (4/9/2014).

Dia mengungkapkan, kesibukan sudah dilakukan sejak beberapa minggu terakhir untuk men-check persiapan di lapangan, menyusunan acara, dan lain sebagainya. Rencananya persmian akan dilakukan di lokasi proyek fasilitas produksi atau Central Processing Fasility.

"Untuk jalur yang digunakan nanti apakah menggunakan jalur udara atau darat kita belum tahu. Kita masih terus berkoordinasi dengan pusat," tegas Fatah. 

Di konfirmasi terpisah, Sekretaris Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Moeljono, mengaku, Pemkab Bojonegoro juga sudah mulai melakukan persiapan. Meskipun baru mulai rapat koordinasi dengan instansi terkait, tapi belum sampai pada persiapan khusus baik dengan pemerintah pusat, Kementrian ESDM, maupun SKK Migas.

"Baru dilakukan rapat internal, kelanjutannya masih belum, saya masih di luar kota," ujar Moeljono.

Pada bagian lain, Public and Government Affair Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengungkapkan, MCL bersama SKK Migas masih terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sehubungan dengan rencana kunjungan tersebut.

Dimungkinkan, kedatangan SBY ke Bojonegoro untuk meresmikan proyek Blok Cepu  tidak didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik. Penyebabnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana operasional di Kementerian ESDM oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (3/9/2014) kemarin. Lembaga antirasuah itu menyangka Jero Wacik telah menyalahgunakan wewenangnya dan memeras rekenan hingga merugikan negara sejumlah Rp9,9 milyar.

Pantauan di lapangan, sejumlah kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip tampak mengebut sejumlah pekerjaan. Seperti yang tampak pada proyek EPC-1 dan 5 Banyuurip di Kecamatan Gayam, yang penyelesaian pekerjaannya mundur dari jadwal yang sudah ditentukan.(rien)

Dibaca : 766x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan