Kamis, 21 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

KSP Artha Sejahtera

Sejahterakan Anggota dan Masyarakat

Editor: nugraha
Kamis, 13 Juni 2013
suarabanyuurip.com/totok
R.P Agoes HW

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan - Berkecimpung selama puluhan tahun dibidang koperasi,  R.P Agoes HW tergerak untuk mendirikan koperasi. Satu yang menjadi tujuannya yakni mengangkat kesejahteraan anggota dan mengentaskan warga dari jeratan lintas darat (rentenir).

Impian Agoes itu akhirnya terwujud. Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini, mendirikan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Artha Sejahtera yang beralamat di Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah, Lamongan.

“KSP Artha Sejahtera berdiri 2009. Beranggotakan 26 orang dari semua kalangan. Ada petani, swasta, PNS, guru dan sebagainya," kata Agoes membuka perbincangan dengan SuaraBanyuurip.com, Kamis (13/6/2013)

Agus menerangkan, sesuai dengan UU no 25 tahun 1995 tentang koperasi, permodalan koperasi ini diambilkan dari anggota. Setiap anggota dikenakan simpanan pokok Rp 2,5 juta. Selain itu ada simpanan wajib Rp 50 ribu/ bulan.

Dia menceritakan, dalam perjalanannya KSP Artha Mandiri semakin memikat simpati warga. Mereka yang sudah terbiasa hutang di lintah darat beralih menjadi anggota KSP Artha Sejahtera. Besarnya simpati warga itu dikarenakan bunga yang dikenakan pada anggota relatif kecil yaitu 2,75 persen. Selain itu nasabah juga  mendapatkan hasil lain dari pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) tahunan.

“Besaran pinjaman yang diberikan kepada anggota relatif. Mulai dari Rp 1 juta untuk pemula hingga Rp15 juta. Untuk pinjaman besar harus ada jaminan BPKB motor atau sertifikat tanah," terang Agoes yang juga Manajer KSP Artha Sejahtera.

Agoes mengungkapkan, dalam perjalanan selama 4 tahun ini, KSP Artha Sejahtera selalu rutin membagikan SHU kepada anggota agar roda usaha tetap berjalan. Pembagian SHU ditetapkan 30 persen untuk dana cadangan, 45 persen untuk anggota, 10 persen untuk pengurus, 5 persen untuk karyawan dan 5 persen untuk dana sosial.

“Perputaran modal koperasi kini telah mencapai Rp 600 jutaan," tegas  lelaki berdarah Madura ini, bangga.

Kecakapan Agoes mengelola koperasi tidak lepas dari pengalaman yang dia miliki. Sejak awal berkarier sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Agoes banyak bergelut didunia koperasi. Tahun 1982 hingga 1993, bapak dua anak ini dipercaya menjadi Manajer KUD Model Mina Tani Kecamatan Brondong, Lamongan. Pada tahun 1994 hingga 2003, Agoes ditempatkan di Kantor Dinas Koperasi Pemkab Lamongan.

“Bagi saya jabatan merupakan amanah. Dimana saja harus dijalankan dengan sepenuh hati. Tapi saat menjadi pejabat jangan sampai sopo siro sopo ingsun (lupa diri)," ujarnya.

Selain menjabat manajer KSP Artha Sejahtera, Agoes juga menjabat pengawas Koperasi Pasar (Koppas) Surajaya, sekretaris Koperasi Nelayan Lamongan dan beberapa koperasi kecamatan lainnya.

Walau memegang jabatan strategis dibeberapa koperasi Agoes pantang mengabaikan pekerjaan utamanya Selaku Sekcam. Dirinya tetap berangkat lebih awal dan pulang paling akhir saat jam kantor.

“Pekerjaan di koperasi waktunya sabtu dan minggu. Hiburaan untuk refresing," pungkas Agoes sambil tertawa. (Adv/ tok)

Dibaca : 1626x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan