Rabu, 24 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Sejak Dibeli, Mobil Damkar Rp29,3 Miliar Baru Terpakai Dua Kali

Editor: nugroho
Kamis, 19 Juli 2018
bojonegorokab.go.id
BELUM SESUAI PERUNTUKKAN : Mobil Damkar seharga Rp29,3 miliar saat diuji coba di gedung Pemkab lantai 7.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, menilai pembelian mobil pemadam kebakaran (Damkar) senilai Rp29,3 miliar belum sesuai peruntukan. Sejak dibeli pada Maret 2016 lalu, baru terpakai dua kali.  

"Dari informasi yang kami terima, dalam satu tahun baru dipakai dua kali," kata Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (19/7/2018). 

Mobil damkar senilai puluham miliar tersebut bermerk Iveco Magirus buatan Jerman. Damkar ini biasa disebut "Turn Table Ladder". Memiliki tinggi 60 meter, dan tangga terpanjang kedua di dunia. 

Mobil Damkar ini dilengkapi komputer untuk mengoperasikannya. Di Indonesia, kabarnya baru Jakarta dan Surabaya yang memiliki Damkar seperti ini.

"Kami tidak bisa menyebut keberadaan damkar itu efektif atau tidak, karena terlanjur dibeli," ucap Sally, sapaan akrabnya.

Komisi dewan yang membidangi masalah kebencanaan ini sempat menentang proses pengadaan mobil damkar karena belum terlalu dibutuhkan, sehingga dinilai membuang anggaran. Di Bojonegoro baru ada satu gedung bertingkat tujuh yakni gedung Pemkab.

Selain itu besaran pajak yang musti dibayarkan sebesar Rp2 miliar, dan belum sebanding dengan pemanfaatannya selama ini. 

"Ya mau gimana lagi, sudah terlanjur dibeli. Mau tidak mau, damkar itu harus dimanfaatkan lagi selain untuk memadamkan api," sarannya. 

Menurut politisi Partai Gerindra ini, damkar buatan Jerman tersebut bisa dimanfaatkan untuk membantu korban banjir. Semisal tidak perlu menggunakan perahu, tapi cukup menjulurkan tangga damkar untuk menyalurkan bantuan atau membantu penyeberangan. 

"Kalau ada ide lain untuk pemanfaatan damkar ini, ya bagus lagi," tegasnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Andik Sudjarwo, menyampaikan, damkar yang dibeli pada bulan Maret 2016 tersebut baru digunakan sebanyak 2 kali. 

"Sejak pembelian sampai sekarang sudah dipakai dua kali untuk pertolongan atau evakuasi korban di Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban," katanya. 

Sementara untuk pajak kendaraan bermotor (PKB), tahun ini pihaknya dikenakan biaya sebesar Rp2 miliar lebih. Tapi, setelah itu nilai pajak akan dihitung seperti mobil truck biasa. 

"Belum dianggarkan untuk PKBnya, karena Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK baru keluar akhir bulan ini," tandasnya.  

Sedangkan untuk perawatan damkar sendiri, kata Andik, selama lima tahun sejak pembelian tidak ada biaya apapun karena ada garansi selama lima tahun. 

"Perawatannya masih gratis selama lima tahun," pungkasnya.(rien)

Dibaca : 4367x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan