Rabu, 18 Juli 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Sekda Tuban Desak Pelaku Industri Lakukan Mitigasi Bencana

Editor: samian
Kamis, 21 Juni 2018
Ali Imron
Sekda Tuban, Budi Wiyana.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Insiden kebakaran di luar pagar PT Gasuma Federal Indonesia waktu lalu di Desa Sokosari, Kecamatan Soko, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur. Supaya tidak terulang lagi, semua pelaku industri padat modal di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) didesak untuk melakukan mitigasi bencana kegagalan teknologi.

“Mitigasi bencana ini penting untuk melindungi lingkungan dan masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com di halaman Pemkab Tuban Jalan Kartini Nomor 2 Tuban, Kamis (21/6/2018).

Setelah insiden yang menghanguskan dua unit motor petani, akan dievaluasi sekaligus melakukan mapping data. Sampai detik ini, dari sekian perusahaan baru dua perusahaan yang menyusun rencana mitigasi bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban.

Dua perusahaan itu adalah Operator Migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina- Petrochina East Java (JOB P-PEJ) yang sekarang diganti Pertamina Hulu Energy (PHE), dan Kilang PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI). Mereka melatih warga sekitar dalam menghadapi bencana kegagalan teknologi industri.

Mantan Kepala Bappeda Tuban ini, akan mendorong BPBD dan Dinas Penanaman Modal Perizinan terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PM PTSP dan Naker) Tuban untuk menyosialisasikan kembali. Bukan hanya soal kebencanaan saja, melainkan hal lain supaya terbentuk sebuah keterpaduan.

“Kalau sosialisasi gagal baru kita akan panggil satu persatu pelaku industri untuk tahu apa kendala sampai belum ada mitigasi bencana,” tegas Budi.

Budi berharap, melalui pendekatan tersebut para pelaku industri terbuka dan sadar akan pentingnya mitigasi bencana. Dikarenakan setiap perusahaan memiliki resiko terjadinya kegagalan teknologi industri.

Kalaksa BPBD Tuban, Joko Ludiono, membenarkan sejak 2014 silan baru ada dua pelaku industri yang bersinergi menyusun mitigasi bencana. BPBD siap membantu menganalisa potensi resiko bencana di setiap industri.

Mitigasi bencana industri sangat tepat dilakukan setelah musim hujan seperti ini. Jangan sampai pelatihan dilaksanakan setelah ada bencana dan memakan korban jiwa.

“Kami terbuka dan saya akan membantu transfer informasi dari perusahaan ke warga sekitar,” janji Joko.

BPBD, lanjut dia, juga akan menjadi penghubung kerawanan di industri terkait. Agar masyarakat semakin tahu resiko industri, sehingga semakin mudah meminimalisir kerugiannya.

Sebagai contoh JOB P-PEJ melatih warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, dan Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel. Hasil komunikasi BPBD dengan warga, peserta pelatihan merasa senang karena ada informasi penting terkait keberadaan industri itu sendiri.

“Jika mitigasi ini dilakukan tentu warga sekitar industri akan merasa terlindungi,” tandasnya.

Sebatas diketahui, beberapa industri yang memiliki potensi bencana meliputi, di Utara Kecamatan Palang terdapat dua kapal alir muat FSO Gagak Rimang dan Cinta Natomas yang menampung minyak dari Blok Cepu dan Blok Tuban. Di Kecamatan Jenu ada industri listrik se-Jawa Bali, Terminal BBM, industri Semen BUMN dan Kawasan Industri Tuban.

Sementara di Kecamatan Tambakboyo ada industri Semen Asing. Di Kecamatan Senori dan Kenduruan ada lokasi pemboran Migas yang dioperatori oleh salah satu anak usaha dari Pertamina.(Aim)

 

 

 

Dibaca : 410x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan