Jum'at, 22 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Selamatkan Potensi Kehilangan Minyak Sumur Tua

Editor: samian
Rabu, 16 Desember 2015

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro  - Pemilik wilayah pengeboran sumur minyak tua di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu melakukan penertiban terhadap perengkek atau kurir pembawa minyak hasil sulingan secara ilegal, Selasa (15/12/2015) kemarin.

Penertiban yang dilakukan untuk menyelamatkan potensi kehilangan minyak mentah sekitar 45.000 liter perhari. Sedikitnya saat ini ada sekitar 225 rengkek yang berisi minyak hasil penyulingan sendiri dijual secara bebas menggunakan rengkek ke luar daerah.

"Saat ini sedikitnya ada 504 dapur olahan atau penyulingan yang dimiliki penambang liar di Kedewan dan hasilnya dijual ke luar Pertamina," kata Manager Legal and Relations Asset 4 Pertamina EP, Sigit Dwi Aryono, Rabu (16/12/2015).

Dari jumlah 504 penyulingan itu, kata Sigit, sedikitnya dimiliki oleh sebanyak 351 penambang. Setiap kali angkut, perengkek tersebut kemudian membawa sekitar tujuh jerigen dengan ukuran sekira 35 liter dengan menggunakan sepeda motor.

"Sebanyak 35 liter itu setara dengan 200 liter minyak mentah," katanya.

Seperti diketahui, untuk mengurangi potensi kehilangan minyak tersebut Pertamina EP selaku pemilik wilayah bekerja sama dengan tim gabungan TNI, Polri, security Pertamina dan Satpol PP berjaga di perbatasan Desa Wonocolo untuk menertibkan perengkek.

Staff Legal and Relation Pertamina EP Asset 4, Aulia Arbiani, mengatakan, hari ini ada sekira 50 anggota dari TNI, 27 personil dari Kepolisian, 8 personil dari security Pertamina, 4 orang dari Satpol PP Kecamatan Kedewan yang melakukan pengamanan.

"Pertimbangannya untuk mengurangi penyulingan minyak. Sehingga tidak ada lagi minyak sulingan yang keluar dan merugikan Negara," jelasnya.

Dengan pengamanan tersebut, lanjutnya, otomatis minyak mentah akan disetor ke Pertamina EP Asset 4 dan mencegah beredarnya minyak sulingan yang kualitasnya tidak bagus. Yang lebih penting, kerugian Negara tiap hari yang menguap bisa diselamatkan.

Tampak di lokasi sebelum masuk Desa Wonocolo, sejumlah petugas keamanan berjaga di pos penjagaan. Di pos lainnya, berbatasan dengan Desa Kedewan, tampak didirikan tenda yang dijadikan sebagai pos penjagaan. Rencananya, tim gabungan akan berjaga selama 7 hari ke depan.

Sementara itu, lokasi pengolahan minyak tua masih tampak beroperasi seperti biasanya. Termasuk warga dari berbagai wilayah yang menyuling minyak mentah yang ditambang manual menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) solar atau jenis lain. (Rien) 

Dibaca : 399x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan