Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Semen Indonesia Digugat Dugaan Penyerobotan Lahan

Editor: nugroho
Kamis, 06 Desember 2018
Ali Imron
TUNJUKAN BUKTI : Warga Karanglo, Kecamatan Kerek gugat PT Semen Indonesia dugaan serobot lahan di Desa Sumberarum.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk telah digugat perdata oleh warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Makfur ahli waris Haji Umar. Pewaris lahan di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek tersebut datang ke Pengadilan Negeri (PN) Tuban didampingi kuasa hukumnya, Haryo Witjaksono dan juga tokoh masyarakat, Gus Maksum Faqih Ponpes Langitan. 

"Saya mau mencari keadilan dan menggugat PT Semen Indonesia secara perdata," ujar Makfur kepada suarabanyuurip.com, Rabu (5/12/2018) kemarin.

Makfur menjelaskan sengketa lahan baru diketahuinya kisaran tahun 2003. Bermula saat anak keenam dari Haji Umar itu menebus 17 sertifikat tanah yang sebelumnya dijaminkan di perbankan. 

Dilain waktu ada sertifikat bernomor 50 yang tidak diketahuinya. Pasca diambil kemudian dikroscek, ternyata tanah seluas 8.390 M2 sudah dibangun gudang Bahan Peledak (Handak) oleh Semen Indonesia.

"Saat saya menebus sertifikat baru tahu jika ada sertifikat nomor 50, itu masih atas nama orangtua saya, tapi oleh Semen Indonesia sudah dijadikan bangunan," bebernya.

Fakta yang ada di sertifikat itu menunjukkan secara kuat jika dokumen yang dimiliki sah secara hukum. Sekalipun pihak Semen Indonesia juga mengaku memiliki dokumen tanah tersebut. Tapi saat didatangi di kantor Semen Indonesia di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek perwakilan bina lingkungan tak bisa menunjukkan bukti. 

Di sertifikat tertera, jika keabsahan dari BPN sudah ada pada tahun 1987. Usai dikroscek sampai sekarang juga masih sah terdaftar Haji Umar pada bulan Agustus 2018 lalu. 

Pada 1987 tanah yang diperkarakan sudah sertifikat. Sampai sekarang juga masih milik orangtuanya.

"Tidak berubah. Sudah dicek ke BPN Tuban," tegasnya. 

Terpisah Kuasa Hukum Makfur, Haryo Witjaksono, menyatakan akan mengawal kasus ini sesuai prosedur yang ada. Pihaknya bersama kliennya juga membawa sejumlah dokumen sertifikat sebagai bukti jika tanah tidak pernah dijual.

"Kami daftarkan perdata, tapi sekarang pendaftarannya online. Jadi akan segera kami proses," sambungnya. 

Sementara itu, tokoh masyarakat Gus Maksum Faqih menjelaskan jika kedatanganya di PN Tuban sebagai penyambung lidah untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat bila memang ada ketidakadilan.

Penggugat meminta keadilan yang mana sudah sekian lama diperjuangkan, namun belum ada titik temu. Hari ini pihaknya berusaha berjuang dengan ahli waris, agar ke depannya tidak adalagi sengketa tanah seperti ini.

"Kami ke PN karena negara ini hukum," terangnya. 

Menanggapi gugatan lahan, Kabiro Komunikasi PT Semen Indonesia, Sigit Wahono, menjelaskan dalam proses pengadaan lahan, Semen Indonesia senantiasa mentaati peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Terkait dengan gugatan tersebut, Semen Indonesia menghormati seluruh proses hukum yang berjalan.

"Mari kita hormati proses yang akan berjalan agar semua nanti clear," pungkasnya. (aim)

Dibaca : 1562x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan