Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Semen Indonesia Realisasikan Program Pemberdayaan di Sumberarum

Editor: samian
Senin, 03 Desember 2018
Ali Imron
SIMBOLIS : Serah terima program pemberdayaan CSR Semen Indonesia disaksiksn seluruh elemen masyarakat Desa Sumberarum.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

 Tuban- Di penghujung tahun 2018, PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk merealisasikan Program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik (P2M-SG) di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Ada tiga Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) dan Forum Masyarakat Kokoh (FMK) yang menerima dana pemberdayaan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp250.000.000.

"Alhamdulillah saat ini masuk tahap ceremony realisasi dana program. OMS setelah ini bisa langsung action di lapangan," ujar Koordinator FMK Amanah Desa Sumberarum, Suwanto, kepada suarabanyuurip.com disela-sela ceremony progran pemberdayaan realisasi dana CSR PT. Semen Indonesia kepada OMS Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Senin (3/12/2018).

Wanto menjelaskan, pemberdayaan di Desa Sumberarum meliputi pembangunan Musholla di sebelah halaman balai desa. Tempat ibadah ini manfaatnya bisa dirasakan oleh perangkat desa dan masyarakat setempat. Kedua pembangunan Musholla di Dusun Sumberejo sebelah Timur. Kemanfaatan tempat ibadah ini sungguh terasa bagi masyarakat, karena Masjid berada di sebelah Barat dusun.

Untuk usulan Karang Taruna yaitu, pemberdayaan budidaya ikan Karamba di Waduk depan balai desa. Budidaya ini ditargetkan menjadi cikal bakal pengembangan potensi desa. Setelah ada keramba juga diidamkan muncul wisata kulinernya, dimana bahan bakunya ikan keramba tersebut.

"Waduk di depan balai desa kami proyeksikan menjadi semacam rest area atau pusat rekreasi desa," imbuhnya.

Adapun biaya operasional FMK, masyarakat juga perlu mengetahuinya bahwa sesuai petunjuk teknis antara PT SI, P2MSG, dan FMK besarannya Rp25.000.000. Anggaran tersebut dipergunakan untuk biaya kesretariatan, ATK, kegiatan ceremony, fokus grup diskusi dalam rangka penjaringan aspirasi di tingkat desa, notaris, dan biaya operasional FMK. Anggaran tersebut juga akan dipertanggungjawabkan melalui SPJ.

"Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu proses awal sampai realisasi. Khususnya PT SI yang memberikan dana CSR Rp250.000.000 di tahun ini," terangnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Sumberarum, Muniroh, mendorong program pemberdayaan ini berlanjut, dan kemanfaatannya benar-benar dirasakan oleh masyarakatnya. ini bermanfaat. Disamping itu, dalam pelaksanaannya juga berjalan sesuai harapan bersama.

"Pekerjaan Mushola akan dikerjakan pada bulan Desember ini, karena anggarannya sudah ada di rekening FMK," sambung petinggi desa perempuan satu-satunya di Kecamatan Kerek.

Direktur P2M-SG, Nunuk Fauziyah, juga menambahkan pertemuan ceremony realisasi ini, bukan acara yang tiba-tiba ada, tapi melalui tahapan panjang dan persiapannya hampir delapan bulan diawali sosialisai di tingkat desa. Waktu itu disampaikan semua masyarakat Sumberarum, memiliki kesempatan yang sama membuat proposal.

Proposal dari OMS kemudian diverifikasi tingkat awal di desa, tingkat dua di kabupaten, dan verifikasi akhir di kantor PT SI. Ada enam sampai tujuh unsur yang menyatakan proposal mana yang layak didanai, beserta jumlah besaran dananya.

"Memang tidak mudah memutuskan karena melibatkan beberapa unsur," terang aktifis perempuan ini.

Tahun 2018 ini, Nunuk mencatat PT SI telah melakukan praktik kerja yang baik, ditandai P2M-SG dengan konsultan dari Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban.

Dari 26 desa di tiga kecamatan yang mengirimkan usulan, jumlahnya ada 204 proposal. Proposal yang lolos verifikasi ada 190, rinciannya 114 usulan pemberdayaan dan 76 infrastruktur.

Adapun yang tidak lolos ada 14 proposal, karena setelah diverifikasi sudah didanai Dana Desa (DD). Dilihat dari usulan programnya juga tidak mungkin masuk P2M-SG, karena ada yang mengusulkan keranda mayat, pagar makam, dan tempat pemandian mayat. Pertimbangan proposal itu tidak lolos karena tidak ada unsur pemberdayaan ke masyarakat sekitar.

"Total anggaran program ini Rp7,25 Miliar, dibagi pemberdayaan Rp1,6 Miliar, fisik Rp4,09 Miliar dan FMK Rp650 juta," bebernya.

Informasi ini selalu disampaikan ke forum-forum, dan dipublikasikan ke media. Karena program ini mengedepankan unsur keterbukaan dan akuntabel, maka semua orang di belahan dunia bisa mengakses besaran program pemberdayaan PT SI.

"Kami ucapkan selamat kepada tiga OMS karena sudah mendapat alokasi anggaran," terangnya.

Dalam pelaksanaan program akan ada monitoring dari Bappeda, media, camat, kades, koordinator FMK, P2M-SG, dan PT SI. Tujuh elemen tersebut akan memonitoring alokasi anggaran, kemanfaatan program, dan sistem pelaporan yang dibuat.

Perlu dipahami juga, para tim monitoring akan memberi catatan program bagi OMS yang bekerja sungguh-sungguh. OMS akan direkomendasikan ke PT SI untuk tahun depan mendapat program tanpa proses verifikasi. Begitupula OMS yang tidak sungguh-sungguh, PT SI akan berfikir ulang memberikan program berikutnya.

Penerima manfaat program pemberdayaan CSR, perwakilan Karang Taruna, Rohman, mengucap syukur karena usulannya didanai oleh perusahaan semen BUMN. Budidaya ikan karamba diharapkan mampu mengurangi pengangguran, dengan memberi penghasilan pemuda yang belum bekerja.

"Awalnya ada waduk, makanya terpikir budidaya ikan karamba," tandas pemuda ramah ini.

Rincian dana program di Desa Sumberarum meliputi, Pemdes jenis kegiatan Mushola balai desa Rp99.500.000 penanggungjawab Bambang Tri Atmojo, OMS Pemdes Mushola Rp 99.500.000 penanggungjawab Taufiq Marhainudin, dan OMS Karang Taruna Ikan Karamba Rp26.000.000 penanggungjawab Rohman. (Aim)


Dibaca : 260x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan