Senin, 19 Agustus 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Cerita Nur Hanafi, Penerima Beasiswa Banyu Urip

Sempat Dilarang Kuliah Orang Tua Karena Tak Punya Biaya

Editor: nugroho
Kamis, 01 Agustus 2019
Ist
SIMBOLIS : Asisten II Setyo Yuliono memberikan beasiswa dari ExxonMobil kepada Nur Hanafi.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro – Nur Hanafi tidak menyangka sebelumnya bakal terpilih menjadi salah satu dari sepuluh penerima beasiswa Banyu Urip dari SKK Migas dan ExxonMobil. Ia harus bersaing dengan 98 siswa yang mendaftar.

Pemuda asal Desa Beged, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, - Nur Hanafi- itu berhasil mengikuti serangkaian seleksi mulai administrasi, tes tulis, wawancara dan kunjungan tim seleksi ke tempat tinggal masing-masing calon penerima beasiswa. 

"Ya senang. Bisa meringkan beban orang tua membiayai kuliah," ujarnya, Kamis (1/8/2019).

Melanjutkan kuliah telah menjadi impian Nur Hanafi sejak duduk di bangku SMA Negeri Padangan. Karena di dalam keluarganyaa tidak ada yang mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi.

Ia pun kemudian mendaftar ke perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Nur Hanafi diterima di Jurusan Kimia, Universitas Negeri Jember. 

Pengumuman SNPMPTN sempat membuat anak bungsu dari dua bersaudara itu bingung. Kedua orang tuanya melarang untuk melanjutkan kuliah karena terbentur biaya. 

Namun Nur Hanafi bisa meyakinkan orang tuanya. Ia berhasil mendapatkan beasiswa dari ExxonMobil. 

"Dulu orang tua tidak setuju saya kuliah, karena nggak ada biaya. Saya sangat bersyukur Alloh memberikan jawaban doa saya dengan program Beasiswa Banyu Urip dari SKK Migas dan ExxonMobil,” tuturnya.

Keberhasilan ini membuat Nur Hanafi semakin tertantang. Dia bertekad menyelesaikan kuliah tepat waktu dan aktif dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di kampusnya kelak. 

Dia juga bersemangat untuk ikut berkontribusi membangun Bojonegoro dengan ilmu yang akan diraihnya di bangku kuliah.

“Ini kesempatan sekaligus tantangan buat saya untuk membuktikan bahwa saya bisa mempertanggungjawabkan amanah ini,” tegasnya. 

Peminat beasiswa lumayan banyak. Sejak pendaftaran dibuka mulai 23 Maret – 23 April 2019 lalu, sebanyak 98 siswa mendaftarkan diri dalam program ini. Pendaftar telah dinyatakan diterima di PTN melalu jalur SNMPTN dengan konsentrasi studi pertanian, peternakan, teknik, kedokteran dan MIPA 

Dari jumlah tersebut kemudian dilakukan beberapa tahapan seleksi. Hanya 20 peserta yang lolos sampai tahap wawancara. Kemudian disaring lagi menjadi 10 orang yang berhak dan layak mendapat beasiswa. 

Pemberian Beasiswa Banyu Urip secara simbolis diserahkan oleh Asisten II Pemkab Bojonegoro Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Setyo Yuliono pada acara Malam Silaturahmi Banyu Urip, Rabu (24/7/2019), di Hotel Aston Bojonegoro.  Sepuluh penerima Beasiswa Banyu Urip ini akan mendapatkan beasiswa berupa biaya kuliah dan tunjangan hidup. 

Perwakilan ExxonMobil Cepu Limited, Hasti Asih, mengungkapkan, melalui Beasiswa Banyu Urip ini ExxonMobil ingin mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bojonegoro. Terutama bagi putra-putri Bojonegoro yang berprestasi namun tidak mampu secara ekonomi. 

“Kami berharap para penerima Beasiswa Banyu Urip ini bisa menjalani perkuliahan dengan baik dan berprestasi. Sehingga kelak bisa berkontribusi membangun masyarakat Bojonegoro,” ujarnya.(suko)

Berikut 10 siswa penerima Beasiswa Banyu Urip :  
1.     Nur Hanafi, asal Desa Beged Kecamatan Gayam, mengambil Jurusan Kimia, Fakultas MIPA Universitas Negeri Jember.

2.     Ria Risti Fausi, asal Desa Babad Kecamatan Kedungadem, mengambil Jurusan Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

3.     Putri Patricia, asal Desa Ngantru Kecamatan Ngasem, mengambil Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang.

4.     Pilar Bela Persada, asal Desa Kalirejo Kecamatan Ngraho, mengambil Jurusan Teknik Material, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung. 

5.     Enya Abiarta Ariani, asal Desa Mulyoagung Kecamatan Bojonegoro, mengambil Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga.

6.     Denny Nurhudayanto, asal Kelurahan Ngrowo RT 20 RW 02, Kecamatan Bojonegoro, mengambil Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

7.     Annisa Salsabila Latifa, asal Desa Sumberarum RT 17 RW 06, Kecamatan Ngraho, mengambil Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

8.     Frisma Aulia Ardhana, asal Kelurahan Banjarejo RT 11 RW 02, Kecamatan Bojonegoro, mengambil Jurusan Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

9.     Rosita Emylia, asal Desa Bumirejo RT 12 RW 02, Kecamatan Kepohbaru, mengambil Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang.  

10.  Hilmi Charis Alfareza H, asal Sumberejo RT 09 RW 04, Bojonegoro, mengambil Jurusan Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.  


Dibaca : 2590x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan