Minggu, 21 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Sengketa Tanah Gaji Terus Berlanjut

Editor: nugraha
Senin, 24 Juni 2013
suarabanyuurip.com
HEARING : Warga Desa Gaji melakukan hearing dengan PT SI yang difasilitasi Komisi A DPRD Tuban membahas soal sengketa lahan.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Sengketa lahan seluas 30 hektar antara warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Tuban, dengan PT Semen Gresik yang saat ini berganti nama menjadi Semen Indonesia(SI) hingga sekarang masih berlarut-berlarut. Kedua belah pihak sama-sama beranggaapan mereka adalah pemilik sah lahan tersebut.

Sengketa lahan ini sudah terjadi sejak tahun 2003 lalu, namun masih belum menemukan titik temu. Persoalan ini kembali memanas ketika PT SI akan menjadikan lahan itu sebagai area tambang. Apalagi sebelumnya warga mengklaim tak pernah menjual tanah tersebut kepada siapapun.

Perwakilan warga, Abu Nasir, ditemui usai melakukan hearing dengan PT SI yang dimediasi oleh Komisi A DPRD Tuban, mengatakan, masyarakat menunggu dan berharap Komisi A DPRD Tuban bisa membantu mereka untuk segera menyelesaikan masalah ini. Karena 15 warga yang ada didesa tersebut merasa tidak pernah menjual tanah mereka kepada siapapun.

Mereka baru tahu, saat salah seorang warga mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 2003 silam. Dia terkejut karena tanah miliknya sudah menjadi milik PT SI.

“Masalah kami terus saja berlarut mas, kami sebenarnya berharap banyak pada Komisi A, tapi hanya hearing terus yang dilakukan,” kata Abu Nasir, saat berada digedung wakil rakyat tersebut.

Sementara itu, ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Supriyanto, saat ditemui mengatakan, DPRD sebenarnya inginkan ada upaya kompromi dari kedua belah pihak. Dengan cara melakukan penyelesaian ini secara kekeluargaan. Tidak berdasar pada asas benar dan salah semata. Karena sebenarnya ada oknum yang bermain dalam pembebasan calon lahan tambang yang ada di Gaji, Kerek.

Namun, Agung menilai, upaya tersebut tampaknya sulit dilakukan. Karena itu dalam waktu dekat ini pihaknya akan ajukan penunjukan berkas tanah tersebut ke BPN maupun PT SI yang merasa telah membeli tanah. Dengan begitu akan mudah menyelidiki kepemilikan tanah yang ada di desa ring 1 PT SI tersebut.

“Kita akan minta pegajuan data ke BPN dan PT SG,” tegas Agung.

Sementara itu, Harsono, perwakilan PT SI yang hadir dalam hearing menyatakan, perusahaan masih menunggu langkah apa yang akan dilakukan. Karena selama ini yang melakukan gugatan atas kepemilikan tanah tersebut adalah warga.

Ditanya mengenai permintaan dewan menunjukkan berkas atas kepemilikan tanah milik tersebut, Harsono, mengaku, perusahaan telah menyerahkan semua dokumen dan berkas itu ke penyidik.

“Kita sudah serahkan berkas dan dokumen itu semua ke penyidik, kita taati proses saja mas,” ujar Harsono singkat.(edp)

Dibaca : 1604x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan