Sabtu, 18 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Sepakati Modal Awal Kilang Tuban Rp 5,22 Triliun

Editor: nugroho
Senin, 31 Oktober 2016

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Jakarta- PT Pertamina (Persero) bersama investor asal Negeri beruang merah Rusia, Rosneft dikabarkan telah menyepakati modal awal pembentukan perusahaan patungan (Joint Venture) Kilang Tuban, di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masing-masing sebesar US$ 400 juta atau setara Rp 5,22 triliun.

"Pertamina dan Rosneft langsung menyetorkan deposit masing-masing US$ 200 juta sebagai milestone penting untuk national grasroot refinery atau NGRR proyek kilang baru Tuban," kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/10/2016).

Pembangunan Kilang tersebut ditaksir menelan biaya hingga US$ 14 miliar, dan ditargetkan selesai pada 2021. Sesuai kesepakatan beberapa waktu lalu, BUMN Rusia itu bakal menempatkan kepemilikan maksimal 45 persen. Sedangkan Pertamina menginginkan kontribusi modal minimal 55 persen.

Saat ini keduanya sedang melaksanakan bankable feasibility study(BFS) proyek. Untuk keputusan investasi akhir (FID) proyek tersebut dijadwalkan berlangsung setelah hasil BFS, desain teknik dasar (BED), dan front end engineering design (FEED).

“Kesepakatan ini penting bagi Pertamina dan ketahanan energi nasional," imbuhnya.

Kilang itu direncanakan bakal mengolah minyak mentah hingga 300 ribu barel per hari (bph) dengan kompleksitas kilang di atas 9 NCI (Nelson Complexity Index) dan karakteristik produk level Euro 5. Bahan baku akan diperoleh dari minyak mentah sour impor dengangrade medium dan heavy.

Pemerintah juga berencana membangun unit catalytic cracker berskala besar serta kompleks petrokimia. GRR Tuban juga didesain untuk dapat menerima VLCC supertanker dengan bobot mati hingga 300 ribu ton.

Diinformasikan sebelumnya, pasca pembentukan perusahaan patungan, Pertamina bersama investor Kilang Tuban, Rosneft Rusia sepakat bahwa pasokan minyak Kilang Tuban bukan hanya dari Rusia. Hal ini berarti, negara lain berkesempatan untuk ikut memasok dengan catatan saling menguntungkan.

Selain membentuk perusahaan patungan atau joint venture, Pertamina juga diberikan kesempatan untuk mengelola ladang migas di Rusia.

Sementara, Manager Communication and Relation Pertamina MOR V, Heppy Wulansari, belum membalas pesan singkat suarabanyuurip.com yang kirimkan sejak pukul 08:51 WIB. (aim)

Dibaca : 943x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan