Rabu, 20 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Serahkan Bantuan Infrastruktur dan Bibit Matoa

Editor: nugroho
Rabu, 04 April 2012
12
ist.
Bupati Bojonegoro, Suyoto, didampingi pejabat MCL dan Pemkab menggunting pita di peresmian dan serahterima jalan dan jembatan
suarabanyuurip.com
penyerahan matoa

SuaraBanyuurip.com -Winarto

Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Migas Blok Cepu, direncanakan menyerahterimakan jembatan dan jalan By Pass di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, kepada masyarakat setempat, Kamis (5/4). Selain itu, dalam serahterima ini, MCL juga akan memberikan bantuan 15 ribu bibit matoa kepada 15 desa Sekitar Lapangan Migas Banyuurip – Jambaran, di Kecamatan Ngasem dan Kalitidu.

Rencananya, serahterima ini akan dihadiri Bupati Bojonegoro Suyoto berserta pejabat pemkab terkait, muspika, perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat. Lain itu, juga perwakilan BP. Migas Jawa Timur, Papua dan Maluku (Japalu) dan Deputy Development Manager MCL, Elviera Putri.

Field Public & Government Affairs Manager, Rexy Mawardijaya mengatakan, pembangunan jalan by pass sepanjang 300 meter dan jembatan sepanjang 16 meter itu dilaksanakan selama tiga bulan. Kedua fasilitas public tersebut menghubungkan tiga desa di dua kecamatan. Yakni Desa Dande – Ngunut, Kecamatan Dander – Desa/Kecamatan Ngasem.

“Ini sebagai upaya kami (MCL) untuk turut andil mewujudkan dan mendorong pengembangan ekonomi di Bojonegoro,” kata Rexy.

Disamping itu. dalam peresmian tersebut MCL juga akan menyerahkan bantuan 15.000 bibit Matoa kepada 15 desa sekitar Sumur Banyuurip. Yakni di Kecamatan Ngasem adalah Desa Bandungrejo, Begadon, Bonorejo, Brabowan, Gayam, Mojodelik dan Ringintunggal. Sedangkan di Kecamatan Kalitidu yaitu Desa Katur, Sumengko, Beged, Cengungklung, Ngraho, Manukan, Talok, dan Sudu.

Menurut Rexy, pemberian bibit matoa ini merupakan bentuk dukungan MCL kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam penghijauan wilayahnya dan sekaligus memberikan nilai ekonomis kepada masyarakat, khususnya di 15 Desa sekitar wilayah Banyu Urip.

“Kita senantiasa berupaya secara berkesinambungan memberikan kontribusi positif di setiap wilayah di mana kami beroperasi. Yaitu melalui program pengembangan kemasyarakatan dibidang pendidikan, kesehatan dan Pengembangan Ekonomi,”  tegas mantan jurnalis salah satu media nasional ini. 

Seperti diketahui, Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman buah khas Papua, tergolong pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dengan diameter rata-rata maksimum 100 cm. Umumnya pohon ini berbuah sekali dalam setahun. Berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah 3 atau 4 bulan kemudian. Dengan rasanya yang manis dan tahan terhadap hama, Matoa memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Dibaca : 1338x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan