Senin, 28 Mei 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Seribu Tanda Tangan untuk Tuban Damai

Editor: samian
Minggu, 13 Agustus 2017
Ali Imron
AKSI DAMAI : Ratusan pengunjung CFD membubuhkan tanda tangan di selembar banner yang disiapkan panitia.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Mahasiswa dari kampus Surabaya, Malang, Jawa Timur dan Bandung, Jawa Barat hari Minggu (13/8/2017) pagi menggelar aksi damai penggalangan seribu tanda tangan dan bagi-bagi bendera merah putih. Bertempat di kawasan Gelanggang Olah Raga (GOR) Rangga Jaya Anoraga Tuban, kegiatan ini didedikasikan untuk menunjukan bahwa masyarakat Tuban memiliki toleransi tinggi.

"Kami hanya ingin menunjukan Tuban itu damai dan mencintai kerukunan," ujar koordinator aksi damai, Dino Marta Gumilang, ketika ditemui suarabanyuurip.com di sela-sela aksi penggalangan tanda tangan.

Mahasiswa aktif Unesa Surabaya ini menyatakan, tidak sepakat dengan pemberitaan di media sosial perihal patung Kong Co Kwan Sing Tee Koen yang berada di komplek Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio (KSB) Tuban. Perlu dicatat oleh semua pihak, toleransi masyarakat lokal sudah turun temurun.

Semua elemen di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) mencintai keberagaman. Tidak ingin melawan siapapun. Intinya di Tuban damai, dan tidak seheboh di pemberitaan.

Bersama masyarakat yang mengunjungi Car Free Day (CFD), Dino bersama 25 mahasiswa ormada berkomitmen menjadikan Tuban aman dan tenteram. Hal ini terbukti dengan banyaknya warga Tuban keturunan Tionghowa yang ikut berpartisipasi.

Sejak pukul 07:00 WIB, panitia langsung memasang banner warna putih bertuliskan Tuban Kita Semua. Tak lama, pengunjung CFD pun langsung berbondong-bondong membubuhkan tanda tangannya di selembar banner yang disiapkan.

Sambil membawa bendera merah putih, partisipan langsung berfoto selfie dengan background banner Tuban Kita Semua. Disela acara panitia selalu mengingatkan untuk segera mengupload foto kegiatan di media sosial.

"Melalui medsos mari kita tunjukan Tuban bukan masyarakat intoleran serupa isu yang berkembang," imbuh pria asli Kecamatan Palang ini panjang lebar.

Ditanya apakah ada pesan untuk pemerintah, Dino menegaskan tidak ingin menyinggung siapapun. Aksi ini murni untuk Tuban, dan mari kita lakukan bersama-sama.

Apakah ada aksi lanjutan, mahasiswa Ormada akan melihat situasinya dahulu. Harapannya ini yang terakhir, sebagai wujud kecintaan mahasiswa luar daerah untuk tanah kelahirannya.

Salah satu pengunjung CFD yang membubuhkan tanda tangan untuk Tuban damai, Lilik mengapresiasi kegiatan ini. Sudah sepatutnnya semua elemen termasuk mahasiswa bergerak.

"Bergerak menunjukan kita tidak diam tapi tetap toleran," tegas perempuan berkacamata itu.

Membincang toleransi, Lilik mengajak semua pihak kembali mempelajari peninggalan Sunan Bonang "Kalapataru" yang kini disimpan di museum Kambang Putih. Prasasti yang berusia ratusan tahun itu, mengajarkan kita bahwa pendahulu kita sudah hidup berdampingan antar pemeluk agama.

"Jadi tak ada alasan bagi kita untuk bermusuhan," pesannya.

Aksi yang berakhir pukul 09:00 WIB ini, langsung dikawal oleh satuan Kepolisian Resort (Polres) Tuban bersenjata lengkap. Polisi pun tak segan berfoto dengan partisipan, sebagai bukti mereka mengayomi publik.(Aim)

Dibaca : 366x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan