Kamis, 18 Januari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Sesalkan Adanya Potret Kemiskinan di Tuban

Editor: samian
Kamis, 02 Maret 2017
Ali Imron
BERI BANTUAN : Anggota DPRD Tuban Cancoko sedang meninjau langsung ke rumah Tarsani salah satu warga miskin di Tuban.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Ditemukannya potret kemiskinan di Tuban, Jawa Timur tepatnya di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak sangat disesalkan oleh anggota Komisi B DPRD, Cancoko. Apabila pemerintah desa sigap melaporkan, tentu akan cepat ditangani oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

“Kami selaku wakil rakyat sangat prihatin kondisi kemiskinan yang dialami oleh keluarga Tarsani,” ujar Cancoko, kepada suarabanyuurip.com, saat berkunjung di Desa Kapu, Kamis (2/3/2017).

Politisi partai Demokrat tersebut, juga menyayangkan Tarsani yang tidak mendukung anaknya rajin sekolah. Muhammad Widafid yang duduk di kelas 5 SDN Kapu telah membolos dua hari sejak Rabu (1/3) kemarin, karena harus membantu orang tuanya bekerja di persil Perhutani.

Padahal usia produktif serupa Widafid harus diutamakan pendidikannya. Upaya ini untuk memotong garis kemiskinan di Bumi Wali (Sebutan lain Tuban). Selama orang tua tidak peduli dengan pendidikan anaknya, tentu kemiskinanlah yang bakal diwariskan kelak.

“Tidak ada alasan apapun pendidikan wajib diberikan kepada generasi muda Tuban,” imbuhnya panjang lebar.

Pria kelahiran Kecamatan Palang ini, juga berjanji secara cepat mengkoordinasikan dengan eksekutif. Secara pribadi Cancoko meminta maaf, dan menyesal kepada publik karena baru mengetahui kondisi keluarga miskin yang hidup di jarak 10 Kilometer (Km) dari kantor Pemda Tuban.

Kedepannya program-program pengentasan kemiskinan bakal dioptimalkan khususnya menyasar bagi yang membutuhkan. Setelah melihat langsung kondisi rumah Tarsani, Cancoko terenyuh karena jauh di bawah garis kemiskinan.

Rumah berukuran 7 x 5 meter berdinding anyaman bambu tersebut, sebagian atapnya berasal dari tumpukan daun jati. Aliran listrik maupun airpun tidak ada, bahkan fasilitas lemari, ranjang atupun peralatan elektronik juga tidak nampak.

“Fungsi pemerintah desa kedepannya harus lebih giat melaporkan kondisi kemiskinan di wilayahnya, sehingga pemda cepat menanganinya,” jelasnya.

Sementara, Tarsani yang saat itu menggunakan pakaian lusuh meminta maaf karena buah hatinya membolos sekolah dua hari. Hal ini semata-mata keinginan Widafid yang ingin membantu memupuk jagung milik juragannya.

“Besok Dafid akan sekolah, Pak. Saya pastikan,” janjinya sambil mengusah tetesan keringatnya.

Untuk meringankan beban ekonomi Tarsani, Cancoko memberikan bantuan dua ekor kambing sepasang, seragam sekolah, dan buku. Bantuan tersebut diharapkan membantu keberlangsungan pendidikan Dafid yang kerap rangking dua di kelasnya.

Di waktu yang sama, anggota Polsek Merakurak juga memberikan bantuan bingkisan kepada keluarga Tarsani. Dukungan semacam ini diharapkan mendorong Widafid untuk berprestasi. (Aim)  

 

 

Dibaca : 435x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan