Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

SG Harus Buktikan Peledakan Tambang Tak Berdampak

Editor: samian
Selasa, 07 November 2017
Ali Imron
Ketua DPRD Tuban, Miyadi.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Keretakan rumah di sekitar tambang milik Semen Gresik (SG) Kerja Sama Operasional (KSO) Semen Indonesia di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, dan Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak telah masuk dalam daftar persoalan yang bakal ditangani Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Jawa Timur.

Untuk menjawab keresahan warga, perusahaan BUMN yang beroperasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek harus bisa membuktikan data peledakan tambang tak berdampak terhadap lingkungan. Sebaliknya jika benar keretakan rumah warga tersebut akibat dampak dari peledakan tambang maka SG harus bertanggung jawab.

"Kalau peledakan tambang SG tak aman tentu harus dievaluasi," ujar Ketua DPRD Tuban, Miyadi, kepada suarabanyuurip.com, di gedung dewan, Selasa (7/11/2017).

Menyikapi puluhan rumah retak di dua desa sekitar tambang SG, Miyadi tidak mau gegabah memutuskan penyebabnya. Idealnya harus ada penelitian tim ahli, apakah keretakan rumah warga gara-gara peledakan atau ada faktor lain.

Mengacu pada siaran resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beberapa waktu lalu, bahwa di Tuban memiliki potensi gempa bumi. Potensi ini yang perlu dikaji, supaya masyarakat awam memahami persoalan ini secara komplek.

"Keretakan rumah bisa dipicu peledakan atau struktur tanahnya yang gerak," tegas politisi PKB Tuban.

Pihaknya meminta maaf ke warga terdampak, jika sampai detik ini Komisi A belum bergerak terjun ke lokasi. Apabila ada waktu senggang disela jadwal kunjungan kerja, wakil rakyat pasti langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak).

Pihak SG juga diminta menyiapkan data dampak peledakan tambang terhadap lingkungannya. Data tersebut harus dibeber dan diketahui publik, kalau aktivitas perusahaan plat merah tidak menyusahkan warga.

Merespon statmen dewan, Kasi Corporate Social Responsibility (CSR) SG, Siswanto, mengaku belum menerima pesan dari atasannya perihal data peledakan. Jika DPRD bakal Sidak, pihaknya bakal mempersiapkan data yang dibutuhkan.

"Belum ada pesan seperti itu," singkatnya.

Data yang dihimpun dari pelaksana peledakan PT UTSG, menyebut sebelum tahun 2017 sekali peledakan ada 50 dinamit yang dipasang. Sedangkan di tahun ini jumlahnya diturunkan menjadi 20 dinamit.

Pantauan di lapangan, ada 38 rumah retak di Dusun Koro, Desa Pongpongan. Sebanyak 20 rumah diklaim sudah diperbaiki tim UTSG, sisanya diselesaikan setelah bulan Suro.

Sedangkan di Ngetuk, Desa Karanglo, jumlah rumah retak juga mencapai puluhan. Persoalan sosial ini telah dimediasikan, dan perihal ganti rugi belum tuntas.(Aim)

 

Dibaca : 259x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan