Kamis, 23 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Silpa Rugikan Rakyat Kecil

Editor: nugraha
Jum'at, 03 Januari 2014
SuaraBanyuurip.com
Ahmad Taufik

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Tingginya sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro tahun 2012 yang mencapai Rp 386.607.524.376 menjadi sorotan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Bojonegoro, Jawa Timur. Silpa itu dinilai merugikan rakyat kecil karena kesejahteraan mereka tertunda akibat tidak terlaksananya pembangunan untuk publik.

Menurut Direktur IDFoS, Ahmad Taufik, masih tingginya silpa di tahun 2012 tersebut dimungkinkan karena ada rasa traumatik dari pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam menyerap anggaran menyusul banyaknya pejabat yang tersangkut perkara korupsi.

"Ini menunjukkan bahwa aparatur belum mempunyai kapasitas yang terupgrade dan clear dalam mengelola anggaran. Muara dari semua itu adalah rakyat yang dirugikan. Karena, uang hasil pajak dan lain lain tidak bisa dimaksimalkan sehingga pembangunan untuk publik terhambat dan dengan sendirinya hak rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan tertunda," kata Taufik.

Dia menegaskan, adanya silpa yang berlebih setidaknya mencerminkan dua hal diantaranya kurang adanya perencanaan yang baik dari SKPD, karena tidak bisa memprediksi realisasi dari perencanaan anggarannya.

"Ini bisa terjadi karena SKPD memiliki kekurangan sumber daya aparaturnya atau lemahnya manajerial pengelolaan anggaran," tandas Taufik.

Untuk itu, dia menyarankan, harus ada beberapa hal yang perlu dilakukan yakni penguatan kapasitas aparatur pengelola anggaran yang clean and clear dari korupsi. Itu bisa dilakukan dengan pengetatan supervisi konstruktif serta advis dari Irwaskab secara continue.

"Selain itu pimpinan SKPD dan Bupati perlu mendorong secara aktif penyerapan anggaran yang proporsional dan clean. Bukan malah menciptakan ketakutan-ketakutan dalam pengelolaan anggaran," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bojonegoro, Herry Sudjarwo, menyampaikan, penyebabnya tingginya Silpa pada APBD 2013 ini dikarenakan pelampauan pendapatan yang mencapai Rp175,17 miliar. Rinciannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp 8,87 miliar, dana perimbangan Rp164,2 miliar dan lain-lain Rp 2,09 Miliar.

"Sementara belanja tidak terlaksana sebesar Rp 207,16 miliar, terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 77,12 miliar dan belanja langsung Rp 130,03 miliar," tukasnya. (rien)

Dibaca : 779x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan