Senin, 28 Mei 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Sinau Bareng Branding Desa Melalui Blogging

Editor: nugroho
Sabtu, 20 Januari 2018
edi supraeko
SINAU BARENG : perwakilan desa binaan Ademos mengikuti sinau bareng cara membuat inovasi dan membranding desa dengan blogging.

SuaraBanyuurip.com - edi supraeko

Bojonegoro - Ademos Indonesia menggelar Sinau Bareng Kak Didik Blogger Indonesia di Panggon Sinau Bareng Ademos Indonesia Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum'at (19/01/2018) kemarin. 

Acara ini diikuti perwakilan Karang Taruna binaan Ademos di wilayah Kecamatan Tambakrejo, Purwosari dan Ngambon, Pegiat IT Desa, Owner Sablon Ndahneo.com, dan Perangkat Desa admin Website Desa serta pegiat Komunitas KabarDesa Regional Bojonegoro.

Ketua Ademos Indonesia, M. Kundhori dalam sambutannya mengatakan acara Sinau Bareng ini rutin diadakan ademos sebulan sekali. Sebelumnya Ademos juga telah mengadakan sinau bareng Peternakan dengan Ketua Kelompok Ternak Ustan Mandiri Dolokgede yang sudah melalang buana hingga ke luar negeri. 

Sedangkan untuk mengawali tahun 2018 ini, lanjut Kundhori, Sinau Bareng menghadirkan Kak Didik Kader Sinau Ademos Indonesia yang sudah menekuni dunia blogging sejak 2011 silam.

"Coba kita berpikir sejenak apa yang akan kita dapatkan jika desa yang notabennya kurang dikenal, melalui  sentuhan jari teman-teman di sini maka 5-10 tahun yang akan datang paradigmanya akan berubah menjadi Desa yang berkualitas melalui blog atau Website Desa yang dikelola tanpa meninggalkan adat istiadatnya," kata alumni Universitas Teknologi Yogyakarta tahun 2014 ini.

Sementara itu narasumber sinau bareng, Didik Jatmiko dalam pemaparannya menyampaikan bahwa desa memiliki segudang potensi yang bisa diangkat menjadi komoditas dan dipoles dengan manajemen strategi yang tepat untuk menjadi desa wisata.

Karena masing-masing desa memiliki kekhasan atau penonjolan karakteristik alam maupun sosio kultural dan aspek lainnya. Salah satu strategi yang bisa dilakukan yaitu membrandingnya melalui aktivitas blogging.

Namun demikian, Didik mengingatkan, di era zaman now ini juga harus berhati-hati dalam menulis dan mengunggah foto ke internet. Karena ada Undang-Undang ITE yang perlu diperhatikan, sehingga jangan sampai mengunggah konten provokasi dan sejenisnya dengan seenaknya karena dapat terjerat hukum. 

Menurut Didik membuat blog itu mudah. Asal koneksi internet lancar, tidak sampai tujuh menit blog sudah jadi. Sedangkan yang susah adalah konsisten untuk mengupdatenya.

"Untuk NgeBlog sendiri janganlah diniatkan untuk mencari uang, jika niat tersebut tidak terwujud maka sakitnya tu di sini. Jadi niatkan lah aktivitas ngeblog itu untuk berbagi, rejeki pasti akan mengikuti," tambah Pemuda yang juga Ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Purwosari itu. (edi)

Dibaca : 404x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan