Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Siswi SMK Tuban Terjaring Razia di Kamar Kos

Editor: nugroho
Rabu, 28 November 2018
Ali Imron
DIAMANKAN : Dari 16 orang yang terjaring razia Satpl PP di kamar kos salag satunya adalah siswi SMK Tuban.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.com Ali Imron

Tuban- Siswi SMK swasta yang terletak di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Tuban, Jawa Timur, pada Rabu (28/11) terjaring razia kos-kosan bersama dua cowok dalam satu kamar. Mereka tengah asyik bertigaan di kamar kos Dukuhan Perbon Utara di jam sekolah. 

"Siswi tersebut berinisial HA berusia 18 tahun kelahiran Lamongan tapi sekarang berdomisili di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak," ujar Kasi Operasi dan Pengendalian (Opsdal) Satpol PP Pemkab Tuban, Joko Herlambang, kepada suarabanyuurip.com di kantornya Jalan Kartini Tuban. 

Joko menjelaskan, siswi SMK itu tertangkap basah bersama dua pasangan cowoknya yang usianya tak terpaut jauh. Keduanya yakni YT (18), asal Perum Tasikmadu tak membawa kartu identitas, dan WNZ (19), asal Lingkungan Widengan, Kelurahan Gedongombo, Semanding membawa KTP. 

Saat digrebek petugas, ketiganya kaget. Tanpa melawan mereka langsung digelandang petugas bersama tujuh pasangan muda-mudi lainnya dari kos berbeda. 

"Total ada 16 orang yang kita bawa, dengan 17 identitas," bebernya. 

Di sela-sela razia ada seorang pria yang kabur dengan cara mengelabuhi petugas. Pria itu berinisal AS (35), asal Desa Pandan, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Pria tersebut sebelumnya diamankan di kamar kos bersama pasangannya DFY (19), asal Desa Sumurgung, Kecamatan Montong. 

Saat ketahuan petugas, AS  berpura-pura ingin mengambil KTPnya. Setelah diikuti petugas, yang bersangkutan hanya berputar-putar di sekitar Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu. Ketika ada kesempatan pelaku kabur dengan meninggalkan SIM dan pasangan perempuannya. 

"Kasihan juga pasangannya ditinggal begitu saja di kamar 17," terangnya. 

Selain pasangan tersebut, ada tiga pasangan lain terjaring razia di kos Jalan Teuku Umar yaitu Tw (36), asal Desa Prunggahan Kulon, Semanding dengan MS (23), asal Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban di kamar 21. 

Pasangan YC (19), asal Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang dengan Nh (25), asal Desa/Kecamatan Widang, Tuban di kamar 22. Pasangan NF (26), dengan Wh (24), asal Kecamatan Tambakboyo di kamar 12.

Petugas juga membawa satu pasangan bukan suami istri dari kos milik Solikin di Kelurahan Perbon, yaitu DY (28), asal Desa Sekaran, Kecamatan Jatirogo dengan DA (33), asal Desa Pliwetan, Kecamatan Palang. 

Di kos Dukuhan Perbon Utara, satu pasangan diamankan atas nama YS (26), asal Malang dengan FDP (32) yang juga asal Malang. Sedangkan di kos Dukuhan Perbon Selatan, petugas juga mendapatkan satu pasangan SA (24) asal Malang dengan Hanna BL asal Pasuruan. 

"Selama ini yang paling sering pasangan mesum di kos Jalan Teuku Umar Tuban," bebernya. 

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah, Satpol PP Tuban, Wadiono, meminta pemilik kos lebih selektif menerima tamu. Apabila dua kali dirazia, pemilik kos akan dijerat tiga bulan kurungan dan denda Rp50 juta sesuai Perda 16 tahun 2014. 

"Kalau sudah diultimatum dan masih ada temuan, akan disidangkan oleh Satpol PP," ancamnya. 

Sampai dengan berita ini ditulis, Kepala SMK swasta di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, maupun Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Cabang Tuban belum bisa diminta keterangan. Pesan WhatsApp maupun telepon sejak pukul 15.00 WIB belum direspon. (aim)

Dibaca : 27158x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan