Siti Masiroh Berbaring Lemas Kepala Membesar

Rabu, 10 Juli 2019, Dibaca : 1390 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
BUTUH PERHATIAN : Siti Masiroh tergolek lemas dengan kepala membesar tanpa perawatan medis lantaran tak ada biaya pengobatan.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Sebuah potret keluarga miskin di Kabupaten Blora, Jawa tengah, yang memaksa Siti Masiroh yang baru berumur 6 bulan terbaring lemas dengan kepala membesar tanpa ada penanganan medis. Keterbatasan ekonomilah yang menjadi permasalahannya. 

Kedua orang tua yaitu Darsi dan Suparno tak mampu berbuat apapun untuk mengobati penyakit yang diderita Siti Masiroh. Lantaran kendala keuangan.

Baca Lainnya :

    “Saat usianya satu bulan, kepalanya mulai membesar. Kami disarankan bidan desa untuk berobat ke dokter anak. Tapi tidak ada biaya,” kata Darsi (48), orang tua Masiroh, warga Dusun Wotrangkul, RT 04, RW 01, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Selasa (9/7/2019).

    Belum ada informasi pasti terkait penyakit yang diderita bayi tersebut. Suami Darsi, Suparno (54), hanya berprofesi sebagai penjual jejanan keliling. Sehingga tak mampu mengobatkan anaknya.

    Baca Lainnya :

      “Untuk makan saja susah, Mas. Pendapatan tiap hari, habis untuk makan dan kebutuhan,” katanya pasrah.

      Sebenarnya, kondisi keluarga ini telah mendapatkan perhatian dari sejumlah pihak. Diantaranya, pemerintah desa setempat yang mencoba membantu pembuatan BPJS. Akan tetapi, pihak keluarga merasa ragu dengan pembayaran bulanan BPJS tersebut.

      “Sudah kita tawari sampai berkali-kali. Namun, mereka merasa ragu apakah nantinya dapat membayar iuran bulanan BPJS itu,” kata Kades Klopoduwur, Diana Utami, terpisah.

      Tak hanya Pemdes, koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Banjarejo Ali Husni mengungkapkan, keluarga ini belum masuk ke Basis Data Terpadu (BDT) . Pihaknya mengupayakan memasukkan keluarga ini supaya mendapatkan bantuan dari pemerintah.

      “Betul, keluarga ini belum masuk daftar Keluarga Penerima Manfat (KPM) program sosial. Nanti kita masukkan ke BDT,” katanya saat di rumah keluarga miskin tersebut.

      Perwakilan Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) Blora, Dwi Cahyono, saat berkunjung ke rumah balita ini, berjanji akan membantu pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk Siti Masiroh.

      “Kami minta data-datanya, termasuk surat keterangan dari Pemdes. Besok (red, hari ini) akan langsung saya bawa ke Dinas Kesehatan,” ucapnya.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more