SKK Migas Dukung Uji Kompetensi Wartawan

Rabu, 07 Agustus 2019, Dibaca : 324 x Editor : rozaqy

Ririn Wedia
PENINGKATAN SKILL : SKK Migas mendukung UKK yang diselenggarakan PWI Jawa Timur


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

 

Bojonegoro - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberi dukungan terhadap kompetensi yang dimiliki oleh wartawan yang melakukan  peliputan khususnya di wilayah sekitar operasional migas.

Baca Lainnya :

    Kepala Bagian Humas SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Doni Ariyanto, mengatakan, bentuk dukungan tersebut adalah dengan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur.

    "Ini merupakan kegiatan kita dengan PWI untuk pertama kali," ujarnya saat memberi sambutan pada pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan di kantor SKK Migas Jabanusa, Surabaya, Selasa (6/8/2019) kemarin.

    Baca Lainnya :

      Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim, mengatakan, selama ini, belum ada peserta UKW yang lolos 100 persen. Seperti pada gelaran UKW ke 26  beberapa waktu lalu, dari 26 peserta ada 4 yang tidak lolos uji dan dinyatakan tidak kompeten.

      "Di Provinsi Jawa Timur itu, belum ada pra UKW, beda di Provinsi lain," tukasnya.

      Pihaknya mengapresiasi kepada SKK Migas yang sudah mendukung kegiatan ini. Karena, UKW sangat diperlukan bagi wartawan untuk menguji kapasitas kompetensinya.

      Perwakilan PWI Pusat Joko Tutuko menyampaikan, jika pelaksanaan UKW sekarang ini beda dengan sebelumnya. Sebelum menempuh Utama, harus 3 tahun telah memegang status Madya.

      Selain jenjang ditentukan sesuai waktunya, lanjut Tutuko, wartawan harus memahami pedoman pemberitaan ramah anak, karena media sekarang ini vulgar dan kejam dalam memberitakan anak.

      "Oleh sebab itu, wartawan harus menguasai UU 40/1999 tentang Pers dan juga pedoman pemberitaan ramah anak," tandasnya.

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more