Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

SPBU Mini Dinyatakan Bisnis Ilegal

Editor: samian
Jum'at, 29 September 2017

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini atau akrab disebut Pertamini, sampai saat ini masih dinyatakan sebagai bisnis ilegal. Lantaran belum ada legalitas dari pihak manapun sebagai dasar dijalankannya usaha tersebut.

Adi Santosa, Analis Keteknikan Migas Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) wilayah Kendeng Selatan, menyatakan, bahwa SPBU mini sampai saat ini masih termasuk bisnis illegal. Pasalnya, belum ada kejelasan terkait usaha jenis SPBU mini tersebut apakah termasuk UMKM atau termasuk SPBU.

Selain itu, kata Adi, standar keselamatan juga masih perlu diperhatikan. “Karena kebanyakan SPBU mini beroprasi dengan kondisi seadanya,” ujar Adi, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (29/9/2017).

Menurut dia, Dinas Perdagangan Koprasi (Disdagkop) dan UMKM sebagai liding sektor unit usaha juga belum pernah melakukan pemberian izin SPBU mini.

“Selain itu juga SPBU mini yang beredar sekarang ini tidak memiliki sertifikat uji lulus tera,” ungkapnya.

Seharusnya, dengan semakin berkembangnya SPBU mini sekarang ini Disdagkop UKM melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah SPBU mini yang tersebar di Kabupaten Blora.

"Karena sudah terlalu banyak ditingkatan bawah,” ujarnya.

Senada diungkapkan Plt Kepala Disdagkop UKM Blora, Muhammad Soleh. Dia juga menyatakan jika usaha SPBU mini yang telah menyebar itu termasuk usaha illegal. Karena tidak memiliki izin. Jika ingin melakukan pengurusan izin, bentuk usahanya-pun juga belum ada.

“Sampai saat ini Pertamini itu ya ilegal,” ujarnya.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Wilayah Pati, Pati Suma Novendi, mengungkapkan, semua SPBU mini yang sekarang ini beredar tidak ada yang lolos uji kelayakan mesin. Dan mesin dispenser yang dipakai juga perlu dipertanyakan.

Karena menurut dia, alat-alat yang digunakan itu adalah alat-alat rakitan sendiri yang bisa dibeli dimanapun.

“Coba cek saja di toko online pasti model dispenser apapun akan keluar,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, untuk sertifikat uji tera juga tidak ada. Bahkan, sangat tidak mungkin kalau SPBU mini melakukan uji tera. Karena selama ini untuk uji tera harus dilakukan di Jogjakarta.

"Dan pastinya para pemilik SPBU mini tidak ada yang mau untuk melakukan uji tera,” tandasnya.  (ams)

Dibaca : 238x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan