Kamis, 21 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

SPBU Tunggu Surat Penurunan BBM

Editor: samian
Kamis, 24 Desember 2015
SuaraBanyuurip.com/Ali Imron
STABIL : Jumlah konsumen di SPBU Sleko Tuban masih terpantau stabil.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih menunggu adanya surat pemberitahun langsung dari PT Pertamina (Persero), maupun dari Kementrian ESDM, terkait penurunan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Penurunan harga BBM tersebut berlaku untuk jenis Premium dan Solar. Tercatat Harga baru Premium sebesar Rp7.150, sedangkan solar Rp5.950 per liter. Sebelumnya harga premium Rp7.400 per liter, dan harga Solar Rp6.700 per liter.

“Kami tahunya dari media masa kalau ada penurunan BBM,” kata Pengawas SPBU Dasin, Kecamatan Tuban, Udin, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/12/2015).

Sebelumnya setiap ada perubahan harga BBM, pihaknya biasanya langsung mendapatkan Surat Edaran (SE) via email. Entah apa penyebabnya selang sehari, setelah penetapan penurunan harga BBM belum ada surat masuk.

“Kami masih menunggu surat edaran tersebut,” imbuhnya.

Pihaknya memahami tujuan pemerintah pusat menurunkan harga BBM dalam negeri, lantaran menyesuaikan harga minyak dunia. Selain itu, untuk menyetabilkan perekonomian dalam negeri yang naik turun.

“Sebagai pengawas SPBU kami menyikapi positif,” tambahnya.

Walaupun Pemerintah pusat merealisasikan penurunan BBM tersebut mulai tanggal 5 Januari 2016, pihaknya meminta Pertamina menjaga stok BBM sampai akhir tahun.

Rata-rata penjualan BBM di SPBU Dasin masih didominasi jenis Solar kemudian diikuti jenis premium. Rinciannya, penjualan Premium mencapai 10 ribu liter per hari, Solar 20 ribu liter per hari, Pertamax 3 ribu liter per hari, sedangkan Pertalite terjual 2 ribu liter per hari.

Sementara, penanggungjawab SPBU Sleko, di Jalan Pahlawan Tuban, Yono, memberikan pernyataan serupa, belum ada surat pemberitahuan resmi dari Kementrian ESDM.

“Sampai saat ini belum ada surat masuk,” singkatnya. (Aim)

Dibaca : 519x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan