Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Stabilkan Harga Gabah, Bojonegoro Maksimalkan Resi Gudang

Editor: samian
Rabu, 05 Desember 2018
d suko nugroho
SIDAK : Bupati Anna didampingi Ketua DPRD Sigit Kushariyanyo, dan Kepala OPD melihat proses pengeringan di resi gudang.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Muawanah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Gudang Komiditi Sitim Resi Gudang di Dusun Ngrawan, Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kamis (5/12/2018). Mantan politisi senayan dari PKB itu ingin memaksimalkan kembali peran Resi Gudang untuk menstabilkan harga gabah guna membantu petani saat panen raya. 

Bupati Anna menjelaskan keberadaan resi gudang ini sesuai amanat Undang-undang No.9 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-undang No.6 Tahun 2006 tentang Resi Sitem Gudang. Tujuannya memperkuat daya tawar-menawar petani serta menciptakan efisiensi di dunia agrobisnis, karena petani bisa menunda penjualan komoditinya setelah panen sambil menunggu harga membaik kembali.

"Resi Gudang ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menstabilkan harga komiditas agribisnis," kata Bu Anna, sapaan akrab Bupati Anna usai melihat-melihat proses pengeringan dan penggilingan di Resi Gudang. 

Sesuai laporan yang dia terima, Resi Gudang ini dianggarkanan dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2012, dan selesai dibangun pada 2014. Namun sampai sekarang belum beroperasi secara maksimal. 

Oleh karena itu, lanjut Bu Anna, dari hasil sidak ini akan dibahas bersama kendala-kendala yang dihadapi dalam pengoperasikan resi gudang selama ini. Pembahasan akan dilakukan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, BUMD, Bulog dan pihak swasta. 

Dengan begitu kedepan dapat dilakukan perencanaan secara matang untuk penganggaran tahun berikutnya agar resi gudang ini bisa beroperasi secara maksimal baik dari sisi pergudangannya maupun dukungan peralatannya.

"Gudangnya sangat reprensatif, namun peralatannya yang perlu dimodernisasi," ucapnya.

"Kedepan resi gudang ini akan kita maksimalkan pengoperasiannya. Karena ini sesuai salah satu visi misi kami untuk menstabilkan harga sektor pertanian," lanjut Bu Anna.

Ditanya soal pengelolaan resi gudang kedepan, Bu Anna menyatakan akan melakukan kajian secara mendalam agar tidak ada persoalan hukum dikemudian hari setelah resi gudang ini diserahkan ke pihak lain.

"Pengelolaan kita pikir belakang. Yang penting ini harus dioperasikan maksimal. Karena pemerintah itu bukan lembaga nirlaba. Tetapi tugas pemerintah hanya membuat kebijakan dan payung hukum," pungkasnya.  

Pengelola Resi Gudang, Mualim menjelaskan, resi gudang ini mampu menampung komditas pertanian sebanyak 2 ribu ton. Selama ini, banyak petani di wilayah Kecamatan Dander, dan sejumlah kecamatan lainnya yang menitipkan hasil panennya di resi gudang ini. 

Menurut dia, penitipan hasil panen petani di resi gudang ini ramai pada musim panen yakni mulai bulan Pebruari. Di tempat ini petani bisa menyimpan hasil panen secara gratis lebih dulu sampai harganya kembali naik. 

"Jangka waktu penitipannya nggak mesti. Ada yang tiga bulan sampai enam bulan. Tapi harganya sudah naik mereka ambil untuk dijual," tuturnya.

Mualim mengakui, meski memiliki kapasitas penyimpanan sebanyak 2 ribu ton, namun resi gudang belum pernah penuh. Paling banyak hasil panen petani yang dititipkan maksimal baru sebanyak 150 ton.

"Rata-rata petani kan langsung menjual hasil panenannya. Beda lagi kalau di sini ada koperasinya," pungkasnya.  

Untuk diketahui, melalui resi gudang ini petani juga bisa mendapat modal bercocok tanam melalui mekanisme pembiayaan. Modal yang diberikan sesuai hasil panen yang dititipkan di resi gudang. Saat harga komoditi di pasaran sudah mulai membaik, petani bisa menjual hasil panen itu, sambil melunasi kewajibannya kepada bank.(suko)



Dibaca : 243x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan