Sabtu, 20 Juli 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Status KBSR Tidak Jelas

Editor: nugraha
Senin, 06 Januari 2014
SuaraBanyuurip.com
KBSR di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Status pengelolaan Kandang Belajar Sapi Rakyat (KBSR) di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum jelas untuk kedepannya.
KBSR itu adalah program dari operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) yang didamping Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Swisscontact untuk memberdayakan peternak sekitar pemboran.

Pengelola KBSR, Muhammad Ja'I, menyampaikan, setelah program itu digulirkan sejak tahun 2012 belum ada pendampingan lagi dari swisscontact.

"Kita hanya dimonitoring saja," ujarnya.

Ja'i juga mengaku belum mengetahui status KBSR akan diarahkan kemana.

"Diserahkan masyarakat atau masih didampingi lagi juga belum tahu," kata dia.

Sementara itu, menurut informasi yang diperolehnya, pendampingan swisscontact berakhir sejak tahun 2012 silam. Namun sampai sekarang pihaknya tidak tahu perkembangan selanjutnya.

"Saya tidak tahu pasti mengenai kontraknya bagaimana dengan Mobil Cepu Ltd (MCL)," akunya.

Menurut Ja'i, KBSR sudah saatnya melakukan pengadaan sapi lagi. Sebab stok sapi banyak terjual pada perayaan Idul Adha lalu sehingga jumlahnya sekarang ini hanya tersisa enam ekor.

Dia menerangkan, sapi di KBSR sifatnya lebih pada penggemukan, bukan peternakan.

"Kalaupun sisa enam ekor terjual lagi, berarti habis," imbuhnya.

Namun demikian, KBSR masih bisa memproduksi pakan ternak jenis konsentrat. Setiap bulannya KBSR bisa menjual hingga 5 sampai 6 ton konsentrat.

"Harga perkarung untuk 30 Kilogramnya kita jual Rp.36 ribu," terangnya. (roz)

Dibaca : 1520x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan