Sabtu, 18 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Stok Darah di UTD Cepu Aman

Editor: samian
Rabu, 25 November 2015
SuaraBanyuurip.com/Sampurno
SERAHKAN : Petugas PMI Cepu menyerahkan darah kepada keluarga fasien.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Keberadaan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cepu, Jawa Tengah sampai saat ini dinyatakan aman. Hal itu, jika masing-masing golongan darah berada pada jumlah 40 kantong darah.

Menurut staf UTD PMI Cepu, Mirah, golongan darah saat ini tersedia sebanyak sekira 175 kantong darah. Dengan rincian, golongan darah A terdapat 42 kantong, golongan darah B ada 75 kantong, golongan darah O ada 71 kantong, dan golongan darah AB ada 7 kantong.

"Jadi stok masih aman, jika masing-masing golongan darah berada pada jumlah 40 kantong darah," kata Mirah kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.

"Untuk golongan darah AB memang langka dan kebutuhannnya pun jarang," ujarnya.

Dia menjelaskan, sirkulasi pemenuhan darah di Cepu cenderung tinggi. Karena tidak hanya melayani kebutuhan darah di wilayah lokal. Sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur juga mengambil darah dari Cepu.

"Seperti Padangan, Kalitidu, dan Bojonegoro," katanya.

Sampai saat ini, lanjut dia, kebutuhan Golongan darah O masih mendominasi permintaan. "Kalau tidak salah hampir satu bulan ini, kurang lebih 300 kantong darah telah didistribusikan," ujarnya.

Terpisah, Ketua PMI Cepu, Sholichan Muhtar, menganggap jika jumlah orang yang sakit dan butuh darah cenderung sedikit. Itu dilihat dari keberadaan stok darah yang sampai saat ini masih aman.

"Harapannya juga terus seperti itu. Sedikit yang sakit, jadi membuat stok darah aman dan membuat masyarakat nyaman," kata dia.

Setiap ada event, lanjutnya, terutama kalangan muda dan mahasiswa, selalu berbicara humanis. Diharapkan pula bagi komunitas pendonor tetap, tidak melupakan agendanya dengan rutin melakukan donor darah.

"Kami selalu menggugah kesadaran kalangan muda untuk peduli sesama. Untuk tugas-tugas kemanusiaan yang bersifat universal, persaudaraan, dan tanpa memandang interest golongan," ungkapnya.

Menurutnya, banyak masyarakat yang salah paham jika darah itu mahal. Padahal, perlu perawatan dan penyimpanan yang membutuhkan biaya, ditambah kantong darah juga harus impor.

"Kalau darahnya gratis. Merawat dan menyimpan darah tidak semudah membalikkan telapak tangan dan tidak seperti menyimpan Es teh dalam plastik," pungkasnya. (Ams)

Dibaca : 731x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan