Jum'at, 26 April 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Sugeng Bahagijo Tawarkan Solusi Kurangi Pengangguran

Editor: nugroho
Minggu, 06 Januari 2019
ririn wedia
Sugeng Bahagijo, Caleg PKB DPR RI Dapil IX.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Masih tngginya angka pengangguran di Indonesia menjadi penyokong kemiskinan. Problema ini harus segera diselesaikan secara tuntas dan terstruktur.  

Demikian disampaikan Sugeng Bahagijo, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada suarabanyuurip.com saat berada di Bojonegoro, Minggu (6/1/2019).

Sugeng-sapaan akrabnya- menyampaikan, persoalan pengangguran selama ini dikarenakan masih minimnya investasi dari negara atau pemerintah untuk angkatan kerja di daerah. Diantaranya bursa kerja yang dilaksanakan belum menyerap tenaga kerja secara maksimal, dan minimnya alokasi anggaran.

Selain itu juga belum adanya peraturan daerah (Perda) tentang tenaga kerja yang isinya memberi dukungan optimum untuk kesempatan kerja maupun pelatihan kerja. 

Seharusnya, lanjut Sugeng, daerah seperti Pemkab Bojonegoro bisa memperkuat Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) agar bisa menjangkau dan melayani lebih banyak pencari kerja.

"Bisa juga meningkatkan keterampilan mereka yang sudah bekerja," saran Sugeng.

Menurut calon Legislatif DPR RI Daerah Pilihan (Dapil) IX Bojonegoro-Tuban ini, ada tiga investasi angkatan kerja yang harus diperhatikan. Diantaranya memiliki jaminan sosial tenaga kerja, meningkatkan keterampilan kerja melalui pelatihan dan sertifikasi, dan mengembangkan keterampilan itu sendiri. 

Dari 500 Kabupaten/Kota di Indonesia, lanjut Sugeng, baru sedikit yang memiliki Perda Tenaga Kerja. Padahal secara sosial dan politik ini mata rantai utama selain dukungan pada infrastruktur dan UMKM .

"Sehingga perlu ada perubahan kebijakan dari kurang hadir menjadi hadir, dari inpasif menjadi aktif, dan dari tidak ada perhatian menjadi perhatian penuh," tegasnya.

Diungkapkan, Bojonegoro sebenarnya memiliki posisi khusus karena ada industri minyak dan gas bumi yakni Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebagai penyumbang migas kurang lebih 30 persen secara nasional.

"Sebetulnya koneksi maupun kolaborasi dengan operator migas di Bojonegoro itu tinggal satu langkah saja," tandas pria asli Kelahiran Kabupaten Tuban 4 April 1967 ini.

Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Filsafat ini menjelaskan, Pemkab Bojonegoro sangat berpeluang menggandeng operator migas dalam bentuk-bentuk kerjasama seperti iuran industri untuk pelatihan kerja, kolaborasi dalam hal penempatan kerja, bisa juga kolaborasi untuk informasi kerja, dan bimbingan kerja.

Apalagi, tambah Sugeng, Bojonegoro dan Tuban memiliki jumlah milenial cukup besar. 

"Jika mereka dilayani dengan baik, apapun profesi atau bidang yang ditemui maka akan klik antara kehadiran pemerintah dengan jumlah warga yang besar," pungkas pria berkacamata minus ini.(rien)

Dibaca : 621x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>