Rabu, 26 Juni 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Sulap 75 Eks Pasung di Tuban Jadi Peternak Kambing

Editor: samian
Senin, 14 Januari 2019
Ali Imron
SIMBOLIS : Eks pasung Toni (kaos biru) gembira menerima dua ekor kambing jantan dan betina dari Pemkab Tuban.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, mewujudkan daerah bebas pasung, mulai tahun 2019 sebanyak 75 eks pasung di sulap atau didorong menjadi peternak kambing. Per orang diberikan dua ekor kambing jantan dan betina, diharapkan mampu berkembang biak.

"Terimakasih Bapak Bupati kambing ini akan saya kembangkan. Alhamdulullah awal tahun nerima dua kambing lanang wedok," ujar eks pasung asal Dusun Sawahgoro, Desa Talangkembar, Kecamatan Montong, Toni, kepada suarabanyuurip.com, Senin (14/1/2019).

Program bagi-bagi kambing tersebut, dinilai sangat efektif karena dirinya memiliki aktivitas yang lebih produktif. Sekaligus konsentrasi terarah ke pengembangan program pertama oleh pemkab.

Program tersebut disambut baik oleh Camat Montong, Suwoto. Program ternak kambing untuk eks pasung berasal dari Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Di Kecamatan Montong ada 12 klien di enam desa yang mendapat bantuan.

Rinciannya Desa Tanggulangin dua klien, Desa Lalangkembar tiga klien, Desa Pucangan dua klien, Desa Bringin dua klien, Desa Maindu dua Klien, dan Desa Sumurgung satu klien.

"Semoga program ini berjalan sesuai harapan pemkab," harap camat humanis itu.

Kepala Dinsos PPPA Tuban, Nurjannah, menambahkan, program bantuan kambing merupakan tindaklanjut dari komitmen Tuban bebas pasung. 75 orang penerima terdata di Dinas Kesehatan yang telah terverifikasi.

"Mereka yang menerima kambing merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sudah sembuh setelah diobatkan pemkab di rumah sakit," sambung perempuan berkacamata bening.

Konsep pemberian kambing bertujuan menjaga kestabilan emosi eks pasung supaya tidak kambuh lagi. Minimal ada hal produktif yang dipikirkan supaya tidak memikirkan hal yang memicu sakit jiwa.

"Kenapa kambing karena tak butuh pikiran yang rumit untuk merawatnya," tegasnya.

Progam perdana ini dikawal langsung oleh TKSK, dan akan dimonitoring supaya output program sesuai yang diharapkan. Semoga pendapatan keluarga eks pasung juga bertambah seiring memiliki dua ekor kambing.(Aim)

Dibaca : 492x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan