Selasa, 22 Mei 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Wisata Taman Bukit Daun Tuban

Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Tempat Wisata

Editor: nugroho
Kamis, 22 Februari 2018
12
Ali Imron
RESMIKAN : Perwakilan Kementerian BUMN, Edwin (baju coklat) didampingi Direktur PT Semen Indonesia meresmikan wisata Bukit Daun.
SuaraBanyuurip.com
Direktur PT Semen Indonesia tandatangani prasasti

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban-  Siapa sangka wisata taman "Bukit Daun' di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang sekarang ini sedang populer di kalangan wisatawan ternyata dulunya adalah area pertambangan milik PT Semen Indonesia.

Bekas tambang batu kapur itu telah disulap menjadi wisata yang eksotik. Sesuai namanya, taman tersebut dibentuk menyerupai daun yang berada di ketinggian. Di tempat ini pengunjung dapat menyaksikan pemandangan indah dengan udara sejuk pegunungan.

Lokasi wisata Bukit Daun berada 18 Kilo meter (KM) dari Kota Tuban, dan dapat dijangkau meggunakan kendaraan dengan jarak tempuh 30 menit.

Direktur Utama Semen Gresik, Mukhamad Saifudin, menjelaskan hari ini taman bukit daun diresmikan oleh Deputi Bidang Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdulah bersama Direktur Utama Semen Gresik.

Taman bukit daun yang diresmikan ini, lanjut dia, menempati lahan seluas 1.000 m2. Pembangunnya dimulai akhir Desember 2016, dan selesai pada Januari 2018. Selain rindang, taman ini juga memilki 10 tanaman langka yang sudah jarang dijumpai seperti kawista, damar, gaharu, ulin, duwet, kurma dan tanaman jenis obat yang khusus ditanam dilahan tersebut.

Beberapa fasilitas juga telah disiapkan untuk memberikan rasa nyaman bagi pengunjung. Diantaranya tempat parkir dan toilet. Selain itu, juga disesikan spot foto bagi pengunjung yang suka swafoto. 

Menurut Mukhamad Saifudin, Taman Bukit Daun dibuka pada jam tertentu. Hari Senin Jum'at dibuka pukul 15.00 17.00 WIB. Sedangkan pada hari Sabtu Minggu bisa dinikmati mulai jam 08.00 hingga jam 17.00

Dia menegaskan, Semen Indonesia dalam melakukan penambangan selalu mengedepankan praktik penambangan yang ramah lingkungan. Sebagai contoh, lahan pasca tambang batu kapur diubah menjadi sarana wisata dan hutan yang hijau. 

"Sedangkan lahan tanah yang bisa dijadikan embung penampung air yang bisa difungsikan untuk budidaya ikan dan pengairan lahan pertanian bagi masyaraat sekitar," terangnya. 

Hingga tahun 2017, Semen Indonesia telah melakukan reklamasi lahan pascatambang batu kapur seluas 187,66 hektare dengan jumlah pohon sebanyak 187.935 batang.  Sedangkan di lahan pasca tambang tanah liat seluas 67,04 hektare, dengan jumlah pohon mencapai 109.932 batang. Diantaranya adalah Jati, Johar, Mahoni, Sengon, Flambloyan, Trembesi dan Kesambi. 

Sementara, Deputi Bidang Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan PT Semen Indonesia di lokasi pasca tambang semen Tuban.

Diharapkan terobosan seperti ini ditambah untuk mewujudkan lingkungan tambang yang lebih baik.

"Taman ini sangat bagus dan mungkin lebih bagus dari lahan sebelum ditambang," pungkasnya. (aim)

Dibaca : 10599x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Kamis, 22 Februari 2018 14:41
Siiiippp.. Kayak e undangan kok gak ada dr unsur Pemdes
Azam
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan