Jum'at, 19 Januari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Pembebasan Lahan Blok Cepu Bermasalah

Suntoko Diminta Tunjukkan Dokumen Kepemilikan Lahan

Editor: nugroho
Minggu, 31 Maret 2013
samian sasongko
BERUNDING : Suntoko melakukan perundingan dengan Tim Sosioekonomi dan Koordinator Security MCL untuk membahas penyerobotan lahan

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Tim Sosioekonomi dan Koordinator Security Mobil Cepu Ltd (MCL), operator migas Blok Cepu, akhirnya menemui Suntoko, salah seorang warga Dukuh Dawung, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang berencana menanam pohon pisang dilahannya yang berada di lokasi proyek Well Pad A Banyuurip, Minggu (31/3/2013). Salah satu pemilik lahan itu mengaku lahannya seluas 16.750 M2 telah diserobot untuk kepentingan proyek Banyuurip.

Dalam pertemuan itu, perwakilan Tim Sosioekonomi MCL, Isamil Hadi, meminta Suntoko untuk melengkapi dokumen lahan miliknya seluas sekira 16750 M2 tersebut.

"Saya tidak bisa memberi keputusan terkait maslah ini. Yang penting lengkapi dulu dokumen lahannya. Kemudian, akan saya lakukan cek lokasinya dan saya laporkan kepihak MCL untuk proses kelanjutannya," ungkap Isamil disela-sela pertemuan di warung kopi dekat pintu masuk lokasi proyek Banyuurip, Blok Cepu tepatnya di pintu masuk Well Pad A, Minggu (31/3/2013).

Suntoko sempat dihadang security dan tidak diperbolehkan masuk lokasi Well Pad A untuk menanam pohon pisang karena untuk mengantisipasi segala keamanan yang ada dilokasi.

”Setelah dokumen itu lengkap nanti kita akan perbolehkan masuk setelah mendapatkan ijin dari managemen dengan dikawal anggota security," sambung koordinator Security Rendi.

Diihadapan Sosioekonomi, Ismail Hadi dan koordinator Security, Rendi, Suntoko menjelaskan, penaman pohon pisang yang akan dilakukan itu dikarenakan dirinya belum merasa menjual lahannya seluas sekira 16750 M2 kepada siapapun. Namun, belakangan lahan itu sudah dijual oleh Parmo, warga Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, yang juga masih ada hubungan saudara dengan Suntoko tersebut.

"Dari total lahan seluas 16750 M2 itu terdiri dari bidang. Dengan luas masing-masing sekira 7609 M2 dan 9000 M2," sambung Suntoko menjelaskan.

Suntoko mengungkapkan, sebelumnya dia punya pinjam uang kepada Parmo senilai Rp39 juta. Karena, terlambat mengembalikan uang, kemudian Parmo minta jaminan dua PPAT asli lahannya. Namun lama tak ada kabarnya, tiba-tiba lahannya seluas 16750 M2 telah dijual oleh Parmo.

"Padahal saya tidak pernah menjual maupun menandatangani berkas apapun terkait penjualan yang dilakukan oleh Parmo. Sedangkan, saya juga masih punya foto kopy PPAT atas nama saya sendiri untuk lahan tersebut," papar Suntoko.

Akibat penyerobotan lahan itu, setahun lalu, Parmo pernah ditahan di Polres Bojonegoro sekira satu minggu. ”Kemudian dia dibebaskan lagi tanpa alasan yang jelas penyelesaian lahan tersebut," sambung Suyitno, warga Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang mengaku masih saudara Suntoko.(sam)

 

Dibaca : 981x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan