Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Soal Target Migas Nasional

Suyoto : Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Duduk Bersama

Editor: nugraha
Jum'at, 07 Juni 2013
suarabanyurup.com
Suyoto

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menilai instruksi presiden (Inpres) No.2/2012 tentang percepatan produksi migas nasional belum terimplementasi dengan baik. Hal itu ditandai dengan menurunya target produksi minyak nasional dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN-P) tahun 2013 dari 900 ribu barrel per hari (bph) menjadi 840 ribu Barrel per hari.

Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengungkapkan, beberapa analisa dan pemetaan masalah terkait penyebab tidak tercapainya target produksi minyak nasional itu disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah kondisi riil adanya penurunan produksi minyak yang disebabkan karena faktor alamiah yang mencapai 15% tiap tahunnya, khususnya pada lapangan minyak yang sudah tua.

Selain itu, lanjut Suyoto, adalah adanya penemuan cadangan baru, namun tergolong kecil yang disebabkan karena eksplorasi dilakukan terbatas pada daerah sekitar lapangan produksi yang beresiko rendah tanpa mengharapkan menemukan cadangan minyak yang besar. Ketiga, disinyalir kurangnya dukungan dari local government terhadap kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas, baik terkait perijinan, pembebasan lahan, masalah lingkungan yang dipandang menjadi faktor penghambat kelancaran eksploitasi.

"Issue kiprah daerah yang acapkali dipandang sebagai faktor penghambat pencapaian target produksi migas nasional, kiranya penting untuk segera “didudukan” pada porsi pemahaman yang lebih komperhensif. Dimana segenap pemangku kepentingan dapat duduk bersama untuk mensinkronisasi sekaligus eksekusi terhadap segala hal yang telah diamanatkan Inpres itu," papar Suyoto melalui siaran persnya yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com, Jum'at (7/6/2013) malam.

Ketua DPW PAN Jatim ini menuturkan, sesuai fakta dilapangan menunjukan bahwa eksplorasi dan eksploitasi Migas selama ini masih banyak memunculkan bias permasalahan. Diantaranya lebih terfokus pada pendekatan bisnis dan teknis, serta kurang memperhatikan aspek sosial. Kondisi tersebut bagai bara api saat bersentuhan dengan tingginya ekspetasi masyarakat terhadap kegiatan ekplorasi dan eksploitasi migas guna peningkatan kesejahteraan hidupnya.

Hal ini, menurut Suyoto, hanya akan menjadi sederet tulisan tanpa makna jika tidak segera dilakukan implementasi riil dalam tataran rencana aksinya. Instruksi yang diamanatkan sangat jelas bahwa masing-masing pihak terkait untuk segera mengambil langkah yang diperlukan secara terkordinasi dan terintegrasi guna percepatan penyelesaian permasalahan yang menghambat upaya peningkatan, optimalisasi, dan percepatan produksi minyak bumi nasional.

"Untuk itu semua pemangku kepentingan khususnya unsur pemerintahan yang terkait dengan Inpres itu harus duduk bersama membahas detail rencana aksi dan implementasinya guna menciptakan ruang komunikasi yang sehat antara daerah dan pusat sebagai sinkronisasi dan eksekusi berbagai hal yang dipandang dapat menjadi potensi permasalahan dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi Migas," papar Kang Yoto-sapaan akrab Bupati Suyoto .

Dengan begiru, tambah Suyoto, setidaknya telah tertanam adanya modal utama dari segenap pemangku kepentingan, yaitu komitmen untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam ketahanan energy nasional. Sebab semua pihak sangat berkepentingan terhadap kelancaran serta percepatan pencapaian target produksi migas nasional. Pemerintah pusat berkepentingan mengawal kemanfaatan produksi ini sebagai benteng perwujudan stabilitas perekonomian negara, dan pemerintah daerah juga berkepentingan kelancaran proyek migas dapat segera memberikan kemanfaatan bagi kesejahteraan masyarakat di daerah.

"Sehingga sangat jelas bahwa daerah tidak akan pernah memainkan peran sebagai unsur penghambat," tandas dia.(rien)

 

Dibaca : 1508x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan