Tak Jamin dapat Pekerjakan Naker Lokal

Jum'at, 30 November 2012, Dibaca : 1639 x Editor : nugroho

dok
Deddy Afidick, Sekretaris Tim Optimalisasi Naker Lokal


SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro – Tim Optimalisasi Tenaga Kerja (Naker) Lokal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak menjamin dapat memperkerjakan warga lokal yang sudah diberi pelatihan dalam proyek migas Blok Cepu. Sebab rencana pelatihan yang  akan fasilitasi tim gabungan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos)  PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, itu bertujuan meningkatkan daya saing naker lokal dalam menangkap peluang kerja.

“Perlu saya garis bawahi. Kita hanya memfasilitasi (pelatihan). Karena pelatihan yang diberikan sama sekali tidak dimaksudkan sebagai jaminan mendapat pekerjaan,” tegas Sekretaris Tim Optimalisasi Naker Lokal, Deddy Afidick kepada SuaraBanyuurip melalu blackberry maesenger.

Baca Lainnya :

    Kendati demikian, Deddy meminta, kepada semua pihak harus berperan aktif dan berkontribusi meningkatkan daya saing sumber daya lokal dengan difasilitasi tim optimalisasi naker lokal.

    ”Jadi nggak mungkin tim berhasil kalau kerja dan jalannya sendiri,” sergah pria yang juga Direktur Utama (Dirut) PT. BBS ini.

    Baca Lainnya :

      Menurut dia, ada dua tantangan utama dalam meningkatkan daya saing sumber daya lokal. Yang pertama adalah singkronisasi antara peluang yang ada dan waktu kebutuhan tenaga kerja dengan jenis pelatihan.

      ”Jadi kalau waktu dan jenis pelatihannya sinkron, kemungkinan peserta latih mendapat pekerjaan lebih besar,” tandas Deddy.

      Sedangkan tantang utama kedua, lanjut dia, adalah biaya. Sebab jika sekadar mengandalkan dana dari tim optimalisasi naker lokal sangat tidak memungkinkan karena terbatas. Jadi diperlukan kontribusi semua pihak, termasuk MCL, selaku pemilik proyek dan kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip.

      ”Yang jelas biaya pelatihan jauh lebih kecil dari pada biaya yang berpotensi timbul kalau terjadi gejolak sosial karena masyarakat tuan rumah hanya bisa jadi penonton,” kata Manager Land Tim Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, ini menerangkan.

      Ketika disinggung apakah pelatihan yang diberikan nantinya tidak terlambat, Deddy menegaskan, tidak. Sebab, untuk proyek EPC-5 baru mau mulai, sedangkan puncak proyek EPC-1 Banyuurip belum mulai.

      ”Makanya harus tepat waktu pelatihan dan kebutuhan. Itu kuncinya,” tegas pria asli Sunda, Jawa Barat ini.  

      Deddy menambahkan, rencananya tim optimalisasi akan mengutamakan pelatihan bagi masyarakat tuan rumah yang terdampak langsung oleh proyek migas. Ada beberapa jenis pelatihan yang akan dilaksanakan diantaranya pelatihan sertifikasi seperti tenaga las, forklip, scaffolder, elektro dan jenis pelatihan lainnya.

      ”Target pelatihan ya seluruh Bojonegoro, kalau bisa,” pungkas Deddy.


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more