Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Tambang Tlogopule Kembali Ambruk

Editor: samian
Rabu, 24 Februari 2016
Ali Imron
KEMBALI AMBRUK : Setelah sebelumnya ambruk, kondisi tambang kart tradisional Tlogopule kembali mengalami ambruk.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Salah satu tambang karst tradisional di Dusun Tlogopule, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, hari Selasa (23/02) kemarin kembali ambruk. Kejadian tersebut selang sepekan pasca ambruknya tambang, sisi sebelah timur lokasi setempat pada hari Rabu (17/02) lalu.

“Ada dua kali reruntuhannya,” kata salah seorang penambang karst, Ridwan (27), kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di lokasi kejadian, Rabu (24/02/2016).

Reruntuhan pertama terjadi sekira pukul 14:30 WIB, tetapi hanya gumpalan kecil yang jatuh. Insiden kedua terjadi sekira pukul 16:30 WIB, dan meruntuhkan atap tambang kurang lebih 20 meter persegi.

Ambruknya tambang kali kedua tersebut, disinyalir atap tambang terlalu tipis. Terpantau ketebalan atap hanya 1 meter di sisi luar, tetapi di bagian dalam tambang lumayan tebal hingga 2,5 meter.

“Penambang pertama yang kurang jeli mengatur ketebalan atap,” jelasnya.

Penyebab lainnya yakni hujan deras yang mengguyur wilayah setempat, kurang lebih selama 3 jam. Hujan mulai pukul 10:00 WIB tersebut cukup deras, dan mengakibatkan atap tambang retak.

“Air hujan terus merembes pori-pori karts memicu atap runtuh,” tambahnya.

Akibat insiden tersebut, sedikitnya ada dua alat derek, dan seser yang masih tertimbun. Sedangkan dua buah diesel berhasil terselamatkan, dan diprakirakan kerugian yang diderita penambang sekira 26 juta rupiah.

“Reruntuhan tersebut tidak menimpa diesel,” sambung Miftah (28), penambang lainnya yang juga bekerja di lokasi setempat.

Ketika atap runtuh sebagian penambang telah pulang, tetapi sebagian lainnya masih menyelesaikan pekerjaannya. Beruntung di bawah runtuhnya atap tidak ada penambangnya, hanya ada satu motor hampir tertimbun kalau tidak dipindahkan.

Diketahui, lokasi tambang karst di Dusun Tlogopule, memiliki luasan lahan sekira 3 hektar. Tambang tersebut mulai dibuka pada tahun 1985, dan saat ini telah ada 20 kelompok penambang yang dikerjakan 100 pekerja tambang.

Dua kali insiden ambruknya tambang terjadi awal tahun 2016. Saat ini banyak atap yang retak sisi timur sepanjang 4 meter, dan sisi selatan sepanjang 7 meter berdekatan dengan pemukiman warga. (Aim)

Dibaca : 554x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan